Sambil Titikan Air Mata Anggota DPR RI Ini Berkisah Masa Lalunya, Bikin Baper dan Termehek-mehek. Kakak Dedi Mulyadi Angkat Suara

dedi mulyadi
Wakil ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, saat sedang mencuci bajunya sendiri. Membuat penonton Baper dan Termehek-mehek.

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, membuat orang kembali termehek-mehek saat ceritakan masa kecilnya. Ibarat sebuah lagu, makan sendiri, cuci baju sendiri hingga tidurpun sendiri.


Pasca gugatan cerai yang dilayangkan oleh Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, praktis kehidupan keseharian Dedi Mulyadi tidak lepasa dari sorotan para fans nya, termasuk saat Dedi mencuci bajunya sendiri membuat para wanita menjadi Terbawa Perasaan (Baper).

Sambil mencuci bajunya, Dedi Mulyadi menceritakan kehidupan masa kecilnya, betapa keras dengan berbagai penderitaan hidup tapi tetap dilaluinya dengan lapang dada.

“Saya itu ada 9 bersudara, saya anak yang ke sembilan. Awal pengalaman hidup saat menggembala kambing, karena bisa mengendalikan kambing tersebut,” kata Dedi, pada chanel youtube nya, Minggu (02/10).


Pada waktu itu, Dedi menceritakan bahwa dari mulai kelas 1 SD dirinya sudah menggembala kambing, kemudian biasa puasa. Tidak terkecuali puasa ramadhan, dirinya setiap tahun puasa rhamadannya selalu tamat.

“Peristiwanya sedih, setiap sahur dengan seadanya. Bahkan sahur hanya makan sambal, tidak makan apa-apa,” cerita Dedi Mulyadi.

Baca Juga : Kode Keras Dedi Mulyadi : Hidup Itu Bukan cuma buat Diri Sendiri dan Keluarga tapi juga buat yang Kurang

Sambil mengingat kembali kenangan masa-masa kecilnya yang penuh dengan kesedihan, Dedi melanjutkan kembali ceritanya bagimana pahit dan getirnya kehidupan yang dilalui.

“Dengan jumlah anak yang sangat banyak, ibu saya mengarsiteki rumah tangga dengan baik. Mengelola keuangan untuk dapur dan pendidikan anak-anaknya,” beber Dedi Mulyadi.

Bila sedang menceritakan tentang perjuangan Ibunya, perlahan Dedi mulai sedih mengingat tentang betapa besarnya pengorbanan seorang ibu terhadap anak-anaknya.

“Kemudian buka puasanya sama apa sih, terkadang ada kelapa yang sudah agak tua, kemudian di kerok-kerokin pake tutup limun,” kata Dedi, yang suaranya mulai bergetar, mengingat kembali perjalanan hidupnya.

Baca Juga : Bersama Buah Cinta dengan Ambu Anne, Dedi Mulyadi Bicara Lewat Lagu ‘Tell Me Why’ Deep Banget

Kemudian air dan hasil kerokan kelapa iti dimasukan ke dalam baskom, dicampur dengan es. Akhirnya buka puasa bersama dengan es kelapa seperti itu.

Kalau makannya, terkadang lauknya dengan belalang hasil mengambilnya dari tegalan kebun atau sawah. Itu merupakan hasil kerja keras semuanya, agar saat berbuka puasa ada tersaji lauk untuk makan walaupun hanya dengan sambal dan belalang.

Bagi kita saat ini, mungkin bingung bagaimana cara mengambil belalang di tegalan kebun ataupun di sawah. Karena bila mengambilnya satu persatu, maka akan butuh berapa lama agar belalang itu tersaji satu piring di meja makan.

Tapi bagi masyarakat di pedesaan, untuk memburu belalang merupakan kebiasaan yang hingga saat ini masih belaku. Bahkan saat ini, banyak para penjual goreng belalang yang rasanya gurih dan ada kriuk-kriuknya.

Sambil meneteskan air mata, Dedi juga menceritakan sebelum menjadi anggota DPRD Purwakarta pada awal pencalonan tahun 1999. Dirinya menceritakan bagimana perjuangan hidupnya, berjualan beras, hingga bisa ngontrak rumah dan gadai sepeda motor.

Baca Juga : Walau Digugat Cerai Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi Tetap Tenang. Rupanya Diam-diam ‘Punya Yang Baru’

Dedi Mulyadi selalu mengingat orang-orang yang selalu berbuat baik kepadanya, salah satunya yaitu ketua DPD Golkar Purwakarta waktu itu. Atas peran ketua Golkar itu, dirinya bisa menjadi anggota DPRD Purwakarta.

“Atas budi baiknya pa Bisri (Ketua DPD Golkar Purwakarta yang juga ketua DPRD Purwakarta waktu itu) dan saya menjadi wakil bupati,” lugas Dedi, yang selalu mengingat sosok orang-orang yang pernah membantunya di masa-masa sulit kehidupannya.

Semua rangkaian perjalanan hidupnya dilakukan dengan kerja keras dan kepedihan, sehingga Dedi bukan tipe orang yang suka berekreasi, bukan tipe orang yang suka ke club malam, bukan tipe orang yang suka minum keras satu tetespun belum pernah, minum kopi saya tidak.

“Hidup saya memang seperti ini, orang biasa, dalam kehidupan yang biasa, apa yang didapat bagi saya sudah menjadi luar biasa sebagai orang yang lahir dari keluarga biasa,” jelas Dedi Mulyadi, sambil kemudian mulai mengucek pakaiannya di dalam ember.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI itu selalu hidup bersahaja, mengajarkan kepada kita bahwa ada kalanya kita harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kepentingan pribadi kita sendiri.

Contohnya saat Asisten Rumah Tangganya sakit, dengan senang hati Dedi Mulyadi mencuci bajunya sendiri sambil mengenang masa lalunya yang hidup dalam kesusahan.

Baca Juga : Dedi Mulyadi Siap Duda ? ‘Saya Biasa Cuci Piring sejak Kecil sampai Sekarang’

Kisah cerita hidupnya itu baru saja di Upload di Chanel Youtube kang Dedi Mulyadi, dua jam yang lalu sudah di tonton puluhan ribu orang. Beragam komentar memenuhi kolom komentarnya youtubenya tersebut.

Terpisah, salah seorang Kakak Dedi Mulyadi, yang berhasil dihubungi pojoksatu.id via seluller membenarkan bahwa dari kecil Dedi Mulyadi sudah terbiasa dengan hidup prihatin.

“Adik saya Dedi Mulyadi memang dari kecil sudah biasa hidup prihatin, sering puasa dan memiliki tekad yang kuat,” singkat Apih Lendro, kakak tertua dari Dedi Mulyadi melalui seluller, Minggu (02/10). (Ade Winanto / pojoksatu)