Pasca Bupati Purwakarta Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Perlahan Tapi Pasti Elektabilitasnya Mulai Menurun

Bupati Purwakarta
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. Foto IG Anne dan Dedi.

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Pasca gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika ke Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi, perlahan tapi pasti elektabilitas Anne mulai menurun secara drastis.


Penyebab utamanya masyarakat di pelosok pedesaan seolah tidak percaya atas informasi yang diterimanya, masyarakat pedesaan merupakan basis utama suara Anne saat bertarung di Pilkada 2018 lalu.

Masyarakat dibawah menyayangkan bila benar hal itu terjadi, apalagi sampai Anne berpisah dengan Dedi Mulyadi. Dampaknya akan menjadi sebuah cemoohan di mata masyarakat terhadap bupati cantik tersebut.


Seperti yang disampaikan oleh Ki Tresna loyalis sekaligus pendukung Anne pada 2018 yang lalu, saat berbincang dengan pojoksatu.id mengenai permasalahan yang terjadi di Kota Purwakarta.

“Jelema hirup kudu apal kana Purwadaksina, ulah nepi kakurung ku nafsu nu balukarna ngera-ngera maneh. (Manusia hidup harus hapal kepada dirinya sendiri tentang asal muasal jadi pejabat bupati, jangan sampai terkurung oleh hawa nafsu yang pada akhirnya akan mempermalukan diri sendiri),” kata Ki Tresna, dari pelosok pedesaan yang cukup jauh dari perkotaan, Jum’at (23/09).

Dirinya menyayangkan bila Anne benar-benar menggugat cerai Dedi Mulyadi, kemudian sampai bercerai. Karena hal itu bertolak belakang dengan kultur adat budaya ketimuran termasuk adat sunda, walaupun wanita itu seorang pemimpin sekalipun.

Baca Juga : Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Gugat Cerai Dedi Mulyadi ‘Aku Sudah Punya Yang Baru, Lebih Enak Dari Kamu’

Pernyataan ki Tresna ini cukup dalam maknanya, bila dicermati lebih jauh. Selain berbicara masalah asal mula dijadikan pejabat, hingga mempermalukan diri sendiri dan keluarga. Karena aib pribadi yang selama ini tertutup rapat, secara perlahan pastinya akan terbuka.

“Sakuat-kuatna awewe moal ngalewihan lalaki, sajauh-jauhna lengkah awewe moal ngalewihan lengkah lalaki. Awewe mah ngajingjing, lalakimah manggul. (Sekuat – kuatnya wanita tidak akan melebihi kuatnya laki-laki, sejauh jauhnya perempuan melangkah tidak akan melebihi langkah pria. Wanita itu hanya menjingjing sementara laki-laki memikul),” tutup Ki Tresna, yang enggan mengomentari lebih jauh masalah gugatan cerai Bupati Anne.

Terpisah, Asep Saepudin dari Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB) yang juga dikenal sebagai ustadz gondrong ini mengatakan, bahwa dalam dua hari belakangan ini banyak masyarakat tidak percaya atas informasi Bupati Anne gugat cerai Dedi Mulyadi.

Baca Juga : Diterpa Isu Keretakan Rumah Tangga, Bupati Anne dan Dedi Mulyadi Tetap Santai. Dedi Malah Unggah Foto Anak Kesayangannya

“Dua hari ini ada ratusan orang yang bertanya, baik secara langsung maupun melalui telepon menanyakan hal itu,” kata Asep melalui seluller, Jum’at (23/09).

Menurut Asep, mereka bertanya takutnya hoax. Sehingga dirinyapun menjelaskan bahwa berita itu benar adanya, karena sumbernya langsung dari pengadilan agama dan juga bupati.

“Melihat mimik wajah masyarakat yang bertanya secara langsung, hampir semuanya merasa sedih. Seolah mereka masih belum percaya dan ingin berkata, ‘ko bupati tega melakukan itu (gugat cerai) padahal kang Dedi yang menjadikan dirinya Bupati,” tambah Asep.

Ini yang bahaya, akhirnya nanti kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Bupati menjadi rendah, sehingga elektabiltasnya akan menurun secara drastis.

“Bila nanti perceraian terjadi, akan muncul kaalimat-kalimat tidak mengenakan di masyarakat. Seperti contohnya ‘bagaimana mau mengurus masyarakat yang kompleks dengan berbagai permasalahan, mengurus diri sendiri saja bupati tidak mampu,” jelas Asep.

Asep juga menjelaskan bakal banyak  kalimat-kalimat tidak mengenakan dimasyarakat pedesaan yang akan menimpa bupati, pada akhirnya akan mempengaruhi pada tingkat elektabilatas Bupati akan turun dengan cepat.

Selain masyarakat di Purwakarta, ternyata berita masalah gugatan cerai bupati Anne kepada Dedi juga berdampak di masyarakat secara luas. Hal itu bisa terlihat dari akun media sosial tiktok pojoksatu.id.

Baca Juga : Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Gugat Cerai Dedi Mulyadi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

Dari 3 (Tiga) kali memuat di media sosial tiktok pojoksatu.id, ribuan komentar para pembaca menyayangkan dengan gugatan cerai yang dilayangkan Bupati Anne kepada Dedi Mulyadi.

Ribuan komentar di media sosial tiktok pojoksatu.id itu, mereka bersimpati dan berempati terhadap Kang Dedi Mulyadi agar tetap sabar atas kejadian yang menimpa dirinya.

Sehingga bisa dipastikan elektabilitas Dedi Mulyadi akan semakin tinggi, berbanding terbalik dengan elektabiltas bupati Anne di daerah yang cenderung bakal semakin menurun. (Ade Winanto/pojoksatu)