Kisruh Di DPRD Purwakarta Menjadi Dua Kubu, Posisi Bupati Anne dan Dedi Mulyadi Ada Dimana. ini Kata Ketua GMPB

dedi mulyadi
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. Anne jadi Bupati di usung partai Golkar, sementara Dedi Mulyadi merupakan kader terbaik sekaligus anggota DPR RI dari Partai Golkar.

POJOKSATU.id,PURWAKARTA – Kekisruhan di DPRD Purwakarta sehingga menjadi dua kubu sepertinya bakal meruncing, bahkan sejumlah elit mempertanyakan posisi Bupati Anne Ratna Mustika ada di pihak mana.


Dampak kekisruhan itu bukan hanya mempertanyakan posisi bupati, bahkan banyak para elit politik juga menduga-duga posisi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mendukung siapa.

Menanggapi hal itu, ketua Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB), Asep Saepudin sempat mendapatkan beberapa pertanyaan yang sama, meminta tanggapannya terkait posisi kedua tokoh sentral di Kabupaten Purwakarta tersebut.

“Banyak yang bertanya juga kepada saya, atas kekisruhan di DPRD yang menjadi dua kubu. Kebanyakan menanyakan kedua tokoh sentral purwakarta itu ada di posisi mana,” kata Asep, melalui seluller kepada pojoksatu.id, Rabu (14/09).


Karena banyak isu yang berhembus bahwa saat ini keduanya dalam kondisi kurang harmonis, sehingga kedua tokoh sentral itu dikait-kaitkan dengan kondisi kekisruhan di DPRD Purwakarta saling berlawanan.

“Namun saya berpendapat dalam masalah politik saat terjadinya kekisruhan di DPRD, keduanya pasti akan membela kubu Ketua DPRD yang sekarang yaitu H. Ahmad Sanusi, kecil kemungkinannya mendukung kubu sebelah,” jelas Asep.

Ada beberapa alasan kuat Bupati akan membela kubu H. Ahmad Sanusi, beberapa alasan itu diantaranya, Golkar, Demokrat merupakan partai pengusung Bupati dan Wakil Bupati pada 2018 yang lalu.

“Jadi, bila melihat karakter dan sepak terjang bupati, tidak mungkin bupati akan menghianati partai politik yang telah mengusung dan membesarkannya. Jadi pasti mendukung kubu H. Ahmad Sanusi,” beber Asep.

Kemudian juga ada informasi yang berhembus mengatakan bahwa, para kepala OPD yang akan melakukan rapat Banggar dengan DPRD dan sudah hadir, ada yang menyuruh balik kanan. Yang kemungkinan disuruh oleh pimpinan tertinggi di Pemkab Purwakarta.

Menurut Asep, Langkah yang diambil oleh para pimpinan OPD balik kanan, sudah tepat. Karena Eksekutif tidak ingin terlibat lebih jauh dalam kekisruhan yang terjadi di DPRD.

“Eksekutif kelihatannya ingin menyampaikan pesan kepada Legislatif, ‘silahkan bereskan dulu urusan kisruh kalian (DPRD), jangan bawa-bawa eksekutif’ kira-kira seperti itu pesannya,” beber Asep.

Kemudian untuk tokoh sentral seperti Kang Dedi Mulyadi, pasti akan mendukung sebagai sesama kader yang dibesarkan oleh partai Golkar yaitu Ketua DPRD H.Ahmad Sanusi.

“Jadi sudah jelas kedua tokoh sentral ini, baik itu Bupati Anne Ratna Mustika maupun Kang Dedi Mulyadi, keduanya akan mendukung kubu H. Ahmad Sanusi,” tutup Asep, mengakhiri pembicaraan.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari ini terjadi kekisruhan di DPRD Purwakarta menjadi dua kubu. Salah satu kubu membuat mosi tidak percaya terhadap ketua DPRD H. Ahmad Sanusi. (Ade Winanto/pojoksatu)