Dedi Mulyadi Walaupun Menderita Kesakitan, Berusaha Tetap Tertawa Bahagia

dedi mulyadi
Dedi Mulyadi terlihat tertawa dengan wajah merah padam, walaupun menahan beban dan kesakitan dedi mulyadi masih berusaha tertawa bahagia.

POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi, walaupun terlihat tertawa tetapi sebenarnya terlihat kesakitan, saat menahan beban beberapa tubuh yang naik ke atas pundaknya saat ikut perlombaan panjat pinang.


Dedi Mulyadi, ikut serta lomba panjat pinang, untuk mendapatkan hadiah berupa segitiga pengaman milik kaum hawa, yang mana isinya itu ‘sorganya’ kaum adam. Gelak tawa dalam panjat pinang tersebut seolah tak pernah surut.

Dengan wajah merah padam menahan beban yang berat, Dedi Mulyadi tetap berusaha untuk tetap berdiri tegak dengan kedua kakinya sambil tetap tertawa. Padahal beberapa orang sudah mulai mendaki ke atas pundaknya.


Bahkan, saking beratnya beban yang di rasakan, Dedi Mulyadi tampak mengencangkan pegangang di pohon pinang sambil mengeratkan gigi atas dan gigi bawahnya menahan berat tersebut.

“Hidup jadi bawahan itu paling menyakitkan. Menahan beban penuh rintihan, sukses tak dapat pujian, gagal paling disalahkan bahkan dikorbankan. Merdekakan kaum bawah,” kata Dedi Mulyadi, kepada pojoksatu Jum’at (19/08).

Perkataan itu disampaikan Dedi Mulyadi, sambil mengingat kembali moment saat dimana dirinya berada di bagian paling bawah. Sementera peserta lainnya, naik ke atas berpijakan di pundaknya.

Baca Juga : Masyarakat Sejalur Pantura Kena Prank Pengemis Pura-pura Buntung Kakinya, Kedoknya Dibuka Dedi Mulyadi

“Semuanya merasa terhibur, penuh canda dan tawa, semua lelah langsung terobati. Saat peserta berhasil naik ke puncak, kemudian membagikan ‘bungkus sorganya’ kaum adam tersebut,” beber Dedi Mulyadi, dengan tersenyum.

Sebelumnya diberikan

Dedi Mulyadi memamerkan segitiga pengaman milik kaum hawa, bungkus ‘sorganya’ para kaum adam itu menjadi hadiah rebutan pada bagian atas atau puncak panjat pinang.

Segitiga pengaman kaum hawa itu ada sekitar tiga lembar, dua berwarna merah, satu berwarna hitam. Ketiga bungkus ‘sorganya’ para kaum adam itu, diperlihatkan Dedi Mulyadi saat acara perayaan memeriahkan kemerdekaan.

Baca Juga : Tegas, Dedi Mulyadi Tolak SK KLHK Karena Berpotensi Hilangnya Mata Air Berganti Menjadi Air Mata Kesengsaraan Rakyat

Berlokasi di Desa Sukadaya, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, para warga masyarakat yang berada di lembur pakuan berbondong-bondong menuju ke sawah.

Di sawah yang sudah selesai di panen itu, tampak batang bulat menjulang tinggi sekitar 7-8 Meter. Batang bulat itu merupakan pohon pinang, untuk dijadikan arena panjat pinang untuk memeriahkan hari kemerdekaan RI ke 77.

Yang menarik, di puncak pohon pinang itu hanya ada tiga hadiah yaitu, segitiga pengaman untuk kaum hawa, kemudian juga mangkok kembar wadah ‘buah kholdi kaum wanita’ dan sejumlah uang pecahan 100 ribu rupiah. (Ade Winanto/pojoksatu)