POJOKSATU.id, BOGOR - Pengamat sosial ekonomi dan politik Sugeng Budiharsono menanggapi pesan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) kepada Prabowo Subianto yang meminta agar tidak membawa orang toxic ke dalam kabinetnya.

Seperti diketahui orang toxic adalah orang yang memiliki sifat "beracun" atau yang menyusahkan, bahkan merugikan.

"Pesan LBP ini tentu sangat baik, sebagai tambahan syarat untuk dapat bergabung dalam kabinet Prabowo," ucap Sugeng Budiharsono kepada Pojoksatu.id, Minggu, 5 Mei 2024.

Baca Juga: Ratusan Pembalap Adu Kecepatan di Kejurda Drag Bike IMI Jabar Seri 1 di Karawang

Orang toxic adalah orang yang antara lain pernah dan sedang terjerat atau berpotensi terserat kasus hukum. Atau orang yang tidak dapat bekerja dengan baik, sehingga akan mempengaruhi kinerja kabinet Prabowo.

"Memang seharusnya kabinet Prabowo merupakan "the dream team" yang dapat bekerja cerdas dan baik serta bukan orang toxic, apalagi free rider yang toxic. Semoga kabinet Prabowo dapat membawa Indonesia yang lebih baik untuk mempercepat menuju Indonesia Emas," imbuh Sugeng.

Akademisi yang mengajar di pasca sarjana IPB, UI, dan UNB ini menambahkan Prabowo dalam pemerintahannya ke depan kemungkinan akan merangkul seluruh partai, khususnya partai-partai yang lolos ke Senayan.

Baca Juga: Dugaan Permainan Uang di Balik Keluarnya NI PPPK Guru 2023 Madina 95 Orang, BKN Medan Bilang Tak Ada

Beberapa pekan belakangan ini juga sudah berseliweran susunan kabinet Prabowo.

Postur kabinet yang beredar terlihat gemuk dengan penambahan kementerian ditambah lagi dengan banyaknya wakil menteri dan beberapa badan baru.

"Saya sependapat dengan kemungkinan besarnya postur kabinet. Hal ini dalam rangka mengakomodasikan partai-parat yang bergabung dalam koalisinya Prabowo," jelas Sugeng.

Baca Juga: Fajri Takluk dari Ganda Terbaik Dunia di Final Thomas Cup 2024, Indonesia Sementara Tertinggal 0-2

Namun tentang orang-orang yang ada dalam daftar tersebut, belum tentu akan diambil Prabowo.

"Karena Prabowo akan mengambil orang-orang yang dapat bekerja cerdas, bukan hanya orang yang sekedar berteori, tanpa bisa kerja dengan baik," katanya.

Sugeng menyebut Prabowo sebenarnya ingin membuat Zaken Kabinet, atau kabinet yang berasal dari profesional. Namun dengan akan merangkul partai-partai yang ada, tentu Zaken Kabinet yang murni tidak akan terwujud.

Prabowo, tentu akan meminta orang-orang partai yang akan bergabung dalam kabinetnya adalah orang-orang yang profesional atau orang yang ahli.

"Sehingga diharapkan walau kabinetnya diisi orang-orang partai, namun merupakan orang-orang profesional," tandas Sugeng. ***