POJOKSATU.id, JAKARTA— Ganjar Pranowo ternyata capres kedua yang menawari Mahfud MD. Ada sosok capres lain yang ditawarkan kepada Mahfud MD melalui kunjungan PKS ke rumahnya.
Namun Mahfud MD menolak tawaran Anies Baswedan via usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mahfud memberikan alasan kenapa menerima tawaran Ganjar Pranowo dan menolak Anies.
Ada beberapa alasan penyebab Mahfud MD menerima pinangan dari Koalisi PDI Perjuangan.
Alasan pertama, Mahfud MD menyebut kalau koalisi yang terbentuk dari kubu Ganjar Pranowo Cs sudah memenuhi syarat atau parliementary treshold.
Baca Juga: Utang Emas
Kemudian alasan kedua menerima pinangan kubu Ganjar Pranowo, karena pinangan ini tak mengeluarkan biaya apapun.
Mahfud mengatakan bahwa dirinya tidak punya logistik untuk kampanye. Sebab dia mendengar bahwa biaya untuk menjadi cawapres tidaklah murah.
"Beritanya kalau mau menjadi cawapres itu biaya saksinya saja Rp 1,6 triliun, biaya saksinya saja setiap TPS Rp 500 ribu dengan 330 ribu TPS, kalikan saja,” katanya dalam sesi tanya jawab di kuliah umum di Universitas Bung Hatta (UBH), Padang, Sumbar, Senin (18/12).
Baca Juga: Analisa Tajam Mahfud MD Saat Pencapresan Anies Baswedan : Pak Anies Tak Boleh Ada yang Menghalangi
“Kalau saksinya satu, kalau dua? Saya bilang saya ndak punya uang, saya gak akan mendekat-dekat untuk menyodorkan diri," beber Mahfud lagi.
Alasan ketiga Mahfud MD menerima ajakan Ganjar Pranowo karena terkait dengan ajaran agama Islam yang dianutnya.
Menurutnya, sebagai orang Islam, ada ajaran agama mengatakan jangan engkau buru jabatan itu, jangan engkau minta jabatan itu. Lalu, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda jangan pernah kamu suka minta jabatan, jangan memburu jabatan.
“Kenapa? Karena jika engkau meminta dan berburu, apalagi sampai berbohong, membayar tukang survei dan sebagainya, kamu tidak akan dibantu, kamu dibiarkan sendiri bekerja oleh Allah," jelas Mahfud.
Baca Juga: Panwascam Karawang Timur Lakukan Pengawasan Distribusi Logistik Pemilu 2024
Mahfud bercerita dipanggil oleh Ketua Umum Megawati dan pimpinan koalisi partai lainnya. Mereka memintanya untuk mendampingi Ganjar sebagai cawapres dalam Pilpres 2024.
"Gak usah pakai biaya, nanti itu ada panitia sendiri yang namanya TPN akan mengurus soal kampanye, soal apa itu sudah,” jelasnya.
“Pak Mahfud tugasnya menegakkan hukum, memberantas korupsi, menegakkan hak asasi, membangun demokrasi, itu clear. Kalau dengan PDIP kami diberitahu visi misinya, oke saya tandatangan, itu alasannya," jelas Mahfud MD di acara kuliah umum di UBH Kota Padang itu.***

