POJOKSATU.id, JAKARTA-- Suhardi Duka, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Sulawesi Barat (Sulbar), berharap bisa meraih kemenangan 70 persen capres cawapres nomor urut dua itu.

Melihat besarnya penerimaan pasangan Prabowo-Gibran oleh masyarakat Sulawesi Barat, Suhardi Duka yang akrab disapa SDK itu menyampaikan harapannya.

Prabowo Subianto dinilai masyarakat sebagai sosok yang bisa menerima kekalahan dan mengapresiasi partai pemenang, menurut Ketua Umum Partai Demokrat (DPD) Sulawesi Barat ini.

Baca Juga: Ingin Memperpanjang Umur Baterai HP? Lakukan 10 Tips Efektif Menjaga Ketahanan Baterai Ponsel Ini

"Masyarakat Sulbar memahami Prabowo sebagai seorang kesatria yang tidak mau menyerah. Tentu ini membuat simpati masyarakat ke Prabowo semakin tinggi," ungkap Suhardi Duka dalam keterangannya, Senin (11/12/2023).

Perwakilan DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Barat ini melanjutkan, tingginya dukungan rakyat terhadap Presiden Joko Widodo turut mempengaruhi elektabilitas Prabowo-Gibran di Sulawesi Barat.

"Hambatan (untuk memenangkan Prabowo-Gibran) hampir tidak ada. Kita di Sulbar optimistis publik memberikan dukungan ke Prabowo-Gibran hingga 70 persen," imbuh SDK.

Ia melanjutkan, satu lagi yang membuat kuatnya Prabowo-Gibran di Sulawesi Barat adalah susunan partai pengusungnya, antara lain PAN, Demokrat, Gerindra, dan Golkar.

Baca Juga: Emas Natal

Dengan hadirnya empat bupati se-Sulawesi Barat, dua anggota DPR RI, dan mantan Gubernur Sulbar, SDK menilai dukungan partai terhadap Prabowo-Gibran cukup besar dengan strategi kampanya pendekatan.

"Dukungan partai terhadap Prabowo-Gibran cukup besar," ujarnya.

Seperti diketahui, Hasil Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, jika Pilpres 2024 berlangsung dua putaran, dipastikan pasangan wakil presiden (cawapres) dan calon presiden (capres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka akan menang.

Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Utama Indikator Politik, menyampaikan pernyataan tersebut berdasarkan temuan jajak pendapat nasional yang dilakukan berdasarkan simulasi pemungutan suara nasional pada 23 November hingga 1 Desember 2023.

Baca Juga: Penting! Buat Warga Jawa Barat, Berikut Daftar Caleg Partai Gelora DPRD Provinsi Jawa Barat

"Jadi meskipun belum dapat dipastikan bahwa Prabowo-Gibran menang satu putaran, tetapi kalau terjadi putaran kedua, hampir bisa dipastikan Prabowo-Gibran lolos ke putaran kedua," kata Burhanuddin pada Sabtu, 9 Desember 2023.

Menurut Burhanuddin, pemilu presiden 2024 tidak mungkin diputuskan dalam satu putaran. Jajak pendapatnya memberikan hasil yang berbeda dengan lembaga survei lainnya.

Burhanuddin mengatakan, temuan survei menunjukkan tidak ada pasangan calon yang mampu meraih 50 persen suara plus satu.

Alhasil, syarat pemilu presiden putaran kedua 2024 kemungkinan besar akan terwujud. Temuan kesimpulan ini identik dengan hasil jajak pendapat sebelumnya yang telah dilakukan, yakni bulan lalu.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru yang diungkapkan Burhan, dukungan terhadap calon nomor dua, Prabowo-Gibran, meningkat menjadi 45,8 persen dari 39,7 persen pada survei sebelumnya.

Baca Juga: Siapkan atau Gagal Diangkat! Ini Daftar Dokumen yang Diunggah untuk Pengisian DRH NI PPPK usai Pengumuman Kelulusan PPPK 2023

Selanjutnya, dukungan terhadap pasangan nomor urut 3 menurun menjadi 25,6 persen dari 30,0 persen pada triwulan sebelumnya.

Berikutnya, dukungan terhadap pasangan teratas, pasangan nomor urut 1 juga turun menjadi 22,8 persen dibandingkan 24,4 persen pada kuartal sebelumnya.

Dengan menggunakan prosedur multistage random sampling, Indikator Politik Indonesia melakukan jajak pendapat berskala nasional dengan sampel dasar sebanyak 1.200 peserta yang tersebar secara proporsional dari seluruh provinsi.

Sedangkan oversampling dilakukan di 15 provinsi: Banten, Bali, NTT, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua. Provinsi-provinsi tersebut menjadikan total sampel menjadi 5.380 responden.

Pada tingkat kepercayaan 95%, toleransi kesalahan survei, atau margin kesalahan, adalah sekitar 2,9%.***