POJOKSATU.ID- Politisi Partai Gerindra David Rahardja menargetkan sebanyak 600 ribu suara untuk memenangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Wilayah Jakarta Utara (Jakut).
David menyatakan optimis mampu meraih suara opitimal demi memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran pada Pilpres 2024.
"Ya, setidaknya kita menargetkan suara 600 ribu untuk wilayah Jakarta Utara, kita akan bekerja keras terus agar menang satu putaran seperti yang kita targetkan," kata David kepada wartawan, Kamis (11/1/2023).
Baca Juga: Bupati Madina Belum Hadiri Undangan Klarifikasi Ombudsman Sumut Soal Kisruh PPPK 2023
Calon legislatif (caleg) DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan (dapil) Jakut yang meliputi wilayah Cilincing, Kelapa Gading dan wilayah lainnya itu mengatakan, bahwa semua relawannya makin masif melakukan konsolidasi demi memenangkan Prabowo-Gibran.
Dia mengatakan, konsolidasi tersebut dilakukan mulai dari angkat rumput, seperti tingkat RT, RW sampai kecamatan untuk memastikan Prabowo-Gibran meraih suara sebanyak-banyaknya di wilayah Jakut.
"Semua relawan pemenang saya sebagai calon anggota DPRD ikut membantu mensosialisasikan Pak Prabowo dan Mas Gibran kepada masyarakat dari RT RW dan Kecamatan, semua itu dilakukan untuk memenangkan Pak Prabowo," ujarnya.
Baca Juga: Tak Ada Komitmen Berantas Mafia Tanah, Nirina Zubir Nyatakan Mundur dari Aktivitas Mendukung Capres-Cawapres 2024
Oleh karena itu, David optimis Prabowo-Gibran pasti menang satu putaran. Sebab, semua relawan dan pendukungnya di semua daerah di seluruh Indonesia, termasuk dapil pemilihannya terus berkampanye.
"Kita optimis, semua relawan sudah bergerak di semua daerah, termasuk kita di daerah Jakarta Utara tempat saya maju sebagai calon anggota DPRD," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, David juga turut membagikan susu kepada warga daerah pemilihannya. Hal tersebut merupakan program Prabowo-Gibran bila memenangkan Pilpres 2024.
Baca Juga: Cawapres Cak Imin Akui Megawati Seperti Ibu Kandungnya Sendiri, Sinyal Bakal Koalisi?
"Tadi kita juga menemui beberapa warga, kita dor to dor membagikan susu sebagai salah satu program janji Pak Prabowo jika terpilih menjadi presiden," ucapnya.
"Hal itu demi meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, kami mendorong itu untuk menyiapkan generasi emas, pemimpin masa depan bangsa yang akan melanjutkan estafet kita dikemudian hari," tutur David.
Untuk diketahui, elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka makin moncer menjelang pemilihan presiden pada 14 Februari 2024.
Baca Juga: Naruto Shippuden: Sebagai Pendahulu Rinnegan Dan Sharingan, Inilah Fakta Menarik Dibalik Rinne Sharingan Kaguya Dan Madara
Berdasarkan hasil survei terbaru Jakarta Research Center (JRC), elektabilitas capres yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu sudah tembus 50,3 persen.
Hal tersebut makin membuka peluang bagi Prabowo-Gibran untuk menang satu putaran di Pilpres 2024.
Menurut Direktur Komunikasi JRC, Alfian P, naiknya elektabilitas Prabowo-Gibran tersebut lantaran adanya pergerakan suara yang menjauh dari kalangan nasionalis.
Baca Juga: Hijaukan Kota Bandung Daop 2 Tanam 365 Pohon
"Sebagian besar pemilih dari segmen nasionalis cenderung memilih pasangan Prabowo-Gibran, terbukti dari tingginya elektabilitas yang mencapai 50,3 persen, jauh di atas Ganjar-Mahfud," ucap Alfian dalam keterangannya, Rabu (10/1/2024).
Sementara itu, paslon nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 18,4 persen. Sedangkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendapatkan 23,6 persen.
Menurut Alfian, Prabowo-Gibran yang didukung KIM, menjadi alasan mengapa lebih banyak pemilih nasionalis moderat yang mendukung keputusan mereka.
Baca Juga: Kombes Pol Sumarni Resmi Jabat Kapolresta Cirebon
Parpol anggota KIM seperti Partai Demokrat, PSI, Partai Golkar, PAN, dan Partai Gerindra, mewakili sektor pemungutan suara nasionalis Islam dan perkotaan.
Sementara Anies dan Cak Imin merupakan tim calon yang mendapat dukungan dari Islam modernis, yang juga didukung oleh kalangan tradisional dan nasionalis lainnya.
Ditambahkan Alfian, pemilih nasionalis moderat menilai kemenangan Prabowo-Gibran akan menghindari polarisasi seperti yang terjadi di sejumlah pemilu sebelumnya.
Baca Juga: Jungkook BTS Borong Tiga Piala Circle Chart Music Awards, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya
"Trauma yang cukup mendalam terhadap politik identitas, terutama pada momentum Pilkada DKI Jakarta 2017 silam," ucapny.
"Ini membuat segmen pemilih nasionalis berbondong-bondong mendukung Prabowo-Gibran yang peluangnya lebih besar untuk menang pada Pilpres 2024," jelasnya. ***
