POJOKSATU.id- Anies Baswedan calon presiden (capres) nomor 01 menanggapi respon presiden Jokowi yang terkejut dengan rendahnya lulusan S2 dan S3 di Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Anies mengungkapkan sudah seharusnya kasus tersebut menjadi perhatian dari pemerintah sejak dulu.
"Ya memang itu masalah kita, harusnya jadi perhatian kemarin-kemarin. Ini kan tahun 2024," ucap Anies di Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Anies juga mengungkapkan pembangunan infrastruktur bukan fokus utama, namun pembangunan kualitas manusialah menjadi fokus utama.
Baca Juga: Istri Pendeta di Pematang Siantar Ngamuk Di Persidangan, Tak Terima Suami Divonis 3 Tahun Penjara
"Kota itu disebut hidup dan mati bukan karena ada gedung atau tidak ada gedung. Walaupun gedungnya penuh, jalannya baik, kalau gak ada orangnya maka disebut juga kota mati. Jadi, yang menentukan adalah manusia dan kualitas manusia untuk tingkat pendidikan," ujar capres 01.
Sebelumnya, presiden Jokowi terkejut ketika mendapatkan laporan rendahnya pendidikan S2 dan S3 dibandingkan dengan Malaysia dan Vietnam.
"Rasio penduduk berpendidikan S2 dan S3 terhadap populasi produktif itu juga masih sangat rendah sekali kita ini. Saya kaget juga kemarin dapat angka ini saya kaget. Indonesia itu di angkanya 0,45 persen. 0,45 persen," ucap Jokowi Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/1/2024).
Jokowi juga membandingkan rasio pendidikan negara tetangga Vietnam dan Malaysia yang sudah menyentuh angka 2,43%.
"Negara tetangga kita, Vietnam, Malaysia sudah di angka 2,43 persen,” tambahnya.***
Artikel ini ditulis oleh Humaira Dara Asyari dengan judul "Tanggapan Anies Soal Lulusan S2 di Indonesia Dikit: Itu Masalah Kita".

