POJOKSATU.ID-  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan untuk meniru Ganjar Pranowo yang tampil di tayangan televisi saat adzan maghrib.

Bahkan, PKS menyarankan Anies agar tampil menjadi imam saat shalat maghrib di Masjid Istiqlal.

Demikian disampaikan Juru Bicara PKS, Ahmad Mabruri menanggapi beredarnya video Ganjar yang tampil di sebuah stasiun televisi swasta, RCTI saat adzan Maghrib.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Unggul di Pemilih Usia 40 ke Atas, tapi Gen Z Tetap Setia Dukung Prabowo Subianto Sejak Pilpres

"Saya bayangkan ada scene Mas Anies sedang mengimami salat maghrib berjamaah di Masjid Istiqlal," kata Ahmad dalam keterangannya, Senin (11/9/2023).

Anak buah Ahmad Syaikhu itu tidak mempermasalahkan dengan tampilnya Ganjar Pranowo di tayangan TV saat adzan Maghrib.

Menurut Ahmad, apa yang dilakukan mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu merupakan contoh yang bagus. Bahkan dia memuji apa yang dilakukan Ganjar tersebut.

Baca Juga: PDI Perjuangan Targetkan 20 Juta Suara di Jawa Barat untuk Kemenangan Ganjar Pranowo

"Salah? Ya enggaklah. Menurut saya justru keren banget. Scene gambar dan penggambaran Pak Ganjar Pranowo yang sedang bersiap salat, wudhu, dan tahiyat dalam masjid sudah menggambarkan religiusnya sosok Pak Ganjar," tuturnya.

Mabruri pun tak setuju bila tampilnya Ganjar Pranowo dalam tayangan azan itu dikaitkan dengan politik identitas.

Ia pun mengajak semua pihak tak memperdebatkan tampilnya Ganjar Pranowo di tayangan azan itu.

Baca Juga: 20 Kumpulan Soal Tema 2 Kelas 3 SD, Menyayangi Tumbuhan dan Hewan, Ada Jawaban dan Pembahasan

"Saya enggak setuju dengan mengungkit-ungkit kembali masalah politik identitas," ujarnya.

"Suatu istilah yang dipakai kepada seorang kandidat yang memakai simbol-simbol agama untuk memenangkan kontestasi pemilihan," tambah Mabruri.

Sebelumnya, capres PDIP, Ganjar Pranowo masuk dalam tayangan magrib di stasiun televisi swasta, RCTI.  

Baca Juga: Polres Karawang Tangkap Sindikat Pemalsuan Dokumen

Dalam memon itu, Ganjar Pranowo yang menggunakan kemeja putih dan peci hitam mempersilahkan para jamaah agar segera memasuki masjid.

Kehadiran politisi PDIP disalah satu stasiun di bawah naungan MNC Group milik Harry Tanoesoedibjo atau HT memantik beragam persepsi.

Banyak yang menilai, tampilnya Ganjar Pranowo di azan stasiun televisi swasta, RCTI itu merupakan politik identitis terselubung.

Baca Juga: Staf Konser BTS di Arab Saudi Muncul, Bela RM BTS dan Ungkap Fakta Mengejutkan

Bahkan ada juga netizen yang menggabungkan video Ganjar Pranowo dengan pidato Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengimbau masyarakat agar tidak memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat politik.  

"Kita lihat calon pemimpin kita ini pernah menggunakan agama sebagai alat untuk memenangkan kepentingannya atau tidak. Kalau pernah, jangan dipilih," katanya Menag.

Video pidato Menag yang digabungkan dengan video Ganjar Pranowo yang tampil di azan stasiun televisi, juga viral di akun Snack Video @Belibis6699.

Baca Juga: Cak Imin Cawapres Anies Baswedan is Nothing, Suara NU di Jatim Lari ke Prabowo, Anies cuma Unggul di DKI

Di dalam video tersebut, pidato Menag menjadi bahan candaan netizen.

Dalam video tersebut, saekan-akan pidato Yaqut Cholil Qoumas itu menampar wajah Ganjar Pranowo yang dinilai telah melakukan politik identitas atau dengan kata lain Ganjar Pranowo telah menjuan agama demi kepentingan syahwat politik ***