POJOKSATU.ID- Lembaga Survei Indonesia Polling Station (IPS) merilis perkembangan Pilpres 2024.

Hasilnya survei terbarunya, mayoritas responden ingin pemilu 2024 digelar cukup dalam satu putaran.

Dalam pertanyaan ke responden 'Apakah anda setuju atau tidak setuju seandainya pilpres berlangsung dalam satu putaran saja'.

Hasilnya sebanyak 70,2% responden setuju jika pesta rakyat itu selesai dalam satu putaran.

Baca Juga: Gen 34 Ifa Faizah Rohmah Gagas Inisiatif Majukan Ekonomi Kreatif Melalui Subsektor Penerbitan

Sementara, sebanyak 15,6% responden mengaku tidak setuju dengan pilpres yang hanya berlangsung satu putaran dan sisanya 14,2% responden menjawab tidak tahu atau undecided.

Survei IPS berlangsung pada 7 hingga 14 Januari 2024 pada 1220 responden yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat multi-state random sampling.

Teknik wawancara melalui telepon berpedoman kuesioner di 38 provinsi dengan margin of error +/- 2,8%  dan pada tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Baca Juga: Petinggi HIKMA Sumut Sebut Pejabat Tinggi Madina Diduga Terima Setoran Miliaran dari Suap PPPK 2023

"Mayoritas publik sebanyak 70,2% responden mengaku setuju apabila pilpres selesai dalam satu putaran saja," kata peneliti senior IPS, Alfin Sugianto dalam paparannya secara daring, Selasa (16/1/2024).

Menurut Alfin, alasan dari mayoritas publik memilih satu putaran pemilu. Salah satunya hemat biaya dan efektivitas waktu.

Mengingat, penyelenggaraan pemilu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dan tidak sebentar.

Baca Juga: Konsolidasi Jelang Kampanye Terbuka, Ganjar: Tertib untuk Mengikuti Aturan

"Hasil analisis IPS mengindikasikan bahwa mayoritas publik setuju pilpres berlangsung satu putaran adalah untuk menekan atau menghemat anggaran dan mengefektifkan waktu," ujarnya.

Adapun hasil survei elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden dari 3 calon. Paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka tambah melesat berada di posisi teratas, disusul paslon nomor 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar lalu paslon 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Sebanyak 51,8% responden menjatuhkan pilihannya pada Prabowo-Gibran. Sedangkan Anies-Muhaimin hanya dipilih 21,3% responden.

Baca Juga: TPN Ganjar Mahfud Bagi-bagi Telur, Relawan Prabowo: Lebih Efektif Makan Siang Gratis

Sementara Ganjar-Mahfud kian terbenam dengan elektabilitas 19,2% saja.

"Sebanyak 51,8% responden menjatuhkan pilihannya pada Prabowo-Gibran," tuturnya.

Alasan rontoknya elektabilitas pasangan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud MD karena ada korelasi dengan debat capres pada tanggal 7 Januari 2024 lalu.

Hasilnya, duet ofensif kedua capres itu justru menjadi bumerang terhadap dua capres 01 dan 03.

Baca Juga: Akun Instagram Mahfud MD Diretas Hacker, Netizen : Gini Banget Sih Kubu Lain Mainnya

"Tingkat antipati publik terhadap keduanya semakin meningkat, sementara gelombang simpati publik terhadap Prabowo semakin menguat," tandas Alfin. ***