POJOKSATU.ID- Survei Nasional Parameter Publik merilis elektabilitas Calon Wakil Presiden Koalisi Indonesia Maju Jelang Pendaftaran Capres-Cawapres.

Dalam survei yang dilakukan Parameter Publik Indonesia, sosok capres potensial nasionalis relijius mengarah pada Yusril Ihza Mahendra.

Hasil survei cawapres yang dinilai lebih relijius yaitu Yusril Ihza Mahendra 26,8%, Khofifah 24,2% Erick Tohir 15,8% dan Gibran 11,6%.

Baca Juga: LBM PWNU Jabar: Janji Manis Calon Pemimpin Dihukumi Haram jika Tanpa Keseriusan

Direktur Eksekutif Parameter Pubik Indonesia, Ras Md mengatakan pasangan Prabowo-Yusril Ihza Mahendra merupakan penggabungan antara ilham dan hasil survei. Prabowo juga harus memperhatikan nasionalis relijius cawapresnya.

"Cawapres yang dinilai lebih relijius yaitu Yusril Ihza Mahendra 26,8%, Khofifah 24,2% Erick Tohir 15,8% dan Gibran 11,6%," kata Ras dalam konfrensoi pers secara virtual, Jumat 20 Oktober 2023.

Menurut Ras Md, cawapres yang pantas mendampingi Prabowo Subianto, yaitu dibutuhkan sosok yang dapat berikan kepastian hukum dan mengerti ketatatanegaraan sebesar 29,6%. Hal itu juga mengarah kepada Yusril Ihza Mahendra.

Baca Juga: Pemkot Bandung Bantu Pemulangan Jenazah Warga Tak Mampu yang Meninggal di Bali

Dari sisi kedekatan dengan kalangan religius, lanjutnya, sosok yang dipersepsi dengan Muhammadiyah muncul nama Yusril Ihza Mahendra 24,8% dan Erick Tohir 15,8%.

Adapun sosok cawapres yang dipersepsi mempunyai pengalaman dalam pemerintahan, tertinggi Yusril 328%, Erick 28,2%, Khofifah 24 2% dan Gibran 12,6%.

“Menariknya, sosok Yusril Ihza Mahendra dipersepsi tokoh yang punya pemahaman mendalam terkait ketatanegaraan dan pengalaman pemerintah mengarah kepada Yusril Ihza Mahendra sebesa 36% dan  persepsi ketegasan Yusril 32 ,6%," ujarnya.

Baca Juga: Sempat Bantah Pacaran dengan Ru Kumagai, Aktor Daniel Henney Umumkan Resmi Menikahi Aktris Jepang Itu

Ras Md juga menyatakan bahwa untuk konteks ini, narasi yang mesti dihitung adalah cerminan nasional-relijius adalah hal baik.

Mengingat sosok Prabowo yang berbasis militer sangat cocok memilih cawapres yang punya pengalaman dalam pemerintahan.

"Dekat dengan kalangan relijius dan paham benar soal hukum ketatanegaraan, dan itu mengarah kepada Yusril Ihza Mahendra,” tuturnya.

Baca Juga: Tak Diberi Uang Seratus Ribu, Bocah 7 Tahun Laporkan Ibu Kandung Ke Polisi

Sementara itu, Qodari dari Indobarometer menyatakan semua koalisi jangan sampai blunder dalam menentukan cawapres, mengingat waktu yang suda sangat sempit dalam ini memilih cawapres.

Intinya, kata Qodari, yang dibutuhkan saat ini adalah sosok yang dekat dengan kalangan religius, apalagi masyarakat Indonesia saat ini butuh pemimpin yang matang dalam usia dan pengalaman serta perpaduan antara nasionalis dan relijius.

“Sejarah mencatat bagaimana SBY-Jusuf Kalla yang sukses dipersepsi publik sebagai pasangan Jawa Luar Jawa dan perpaduan Nasionalis Relijius  yang memenangkan pilpres,” tuturnya. ***