POJOKSATU.ID- Sejumlah advokat yang tergabung dalam Pendekar Hukum Pemilu Bersih (PHPB) bakal melaporkan oknum yang menyebarkan tabloid achtung reformasi dikhianati, menolak politik dinasti ke pihak kepolisian.

Para advokat PHPB menilai selebaran yang dibagikan sejumlah oknum di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia tersebut dinilai janggal karena disebarkan menjelang pemilihan umum berlangsung.

"Kami para advokat PHPB, tentu saja suatu hal yang aneh dan patut diwaspadai, karena dilakukannya di masa-masa kontestasi pemilu khususnya pilpres," kata Nandang Wirakusuma mewakili Advokat PHPB saat dihubungi, Sabtu (13/1/2024).

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Bola 13-14 Januari 2024: Australia vs India, Chelsea vs Fulham, Newcastle vs Man City

Penyebaran selebaran itu juga dinilai sangat tendensius pada salah satu calon presiden yang saat ini menjadi kandidat.

Terlebih penyebaran selebaran tabloid achtung reformasi diduga bukan murni aspirasi dari mahasiswa dam masyarakat itu sendiri melainkan ada yang menungganginya.

"Isinya secara tendensius telah mendiskreditkan salah satu paslon capres- cawapres peserta PEMILU tersebut, maka dalam hal ini patut diduga ada yang menunggangi, dikarenakan tindakannya dilakukan secara terstruktur sistematis dan masif (TSM)," tambah Wira.

Baca Juga: Sekolah Duduk

Wira mengatakan laporan sejumlah advokat yang tergabung dalam  PHPB ke pihak kepolisian sebagai bentuk komitmen agar pemilu berjalan dengan bersih, jujur dan adil.

"Para advokat PHPB dengan ini melaporkan pembagian selebaran-selebaran black campaign yang dilakukan oleh para oknum mahasiswa dimaksud ke petugas Kepolisian Republik Indonesia," tandasnya.

"Kami meminta agar menelusuri dan menemukan otak atau dalang dibalik layar yang telah memanfaatkan oknum adik-adik mahasiswa sebagaimana “gerakan mahasiwa” yang telah mencoreng pelaksanaan kontestasi pemilu damai 2024 ini," pungkasnya lagi.

Baca Juga: Pantau Peliparan Suara, Kapolresta Cirebon Berharap Kondusif

Sebelumnya, Mahasiswa Indonesia kembali turun ke jalan dengan membawa isu dinasti politik Presiden Joko Widodo.

Aksi ini pun dilakukan secara serentak dilakukan dari Kamis hingga Jumat (12/1/2024). Tidak hanya di DKI Jakarta saja, namun juga digelar di lebih dari 700 kampus di Indonesia.

Para mahasiswa yang menggunakan berbagai almamater lengkap itu membagi-bagikan pamflet perlawanan kepada para pengguna jalan yang melintasi Jalan Hang Lekir, Jakarta. ***