POJOKSATU.id -Rencana yang diusulkan oleh Prabowo Subianto sebagai calon presiden periode 2024-2029 untuk memotong subsidi bahan bakar minyak (BBM) guna mendanai program makan siang gratis dianggap kurang tepat.
Menurut Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios).
Bhima berpendapat bahwa langkah yang lebih ideal adalah memotong subsidi energi untuk mendorong transisi masyarakat menuju sumber energi bersih yang terjangkau dan meningkatkan armada transportasi publik.
Menurutnya, mengalokasikan anggaran subsidi energi untuk program makan siang gratis tidaklah sesuai.
Baca Juga: Panggung Besar
Bhima juga khawatir bahwa pemotongan subsidi energi akan meningkatkan inflasi, terutama dalam hal kenaikan harga bahan pangan, serta berpotensi meningkatkan angka kemiskinan dan menekan daya beli masyarakat yang masih memerlukan subsidi energi.
Bhima menyarankan agar Prabowo berhati-hati dalam mengambil kebijakan yang memengaruhi kehidupan masyarakat banyak, dan lebih baik jika kebijakan tersebut dikaji lebih mendalam.
Dia menilai bahwa subsidi energi saat ini setidaknya membantu mengurangi pengeluaran bagi kalangan menengah yang sering diabaikan oleh pemerintah.
Bhima juga menyoroti masalah klasik terkait ketidaktepatan subsidi BBM, dan meminta pemerintah untuk lebih tegas dalam mengawasi penggunaan solar agar tidak disalahgunakan oleh industri, pertambangan, dan usaha besar.
Baca Juga: Cuma Komeng yang Boleh Gembira, Calon DPD Lain Jangan Pesta Dulu Seolah Sudah Dapat Kursi
Menurut Bhima, memotong subsidi energi untuk membiayai program makan siang gratis tidaklah relevan dengan sektor energi dan transportasi yang ditawarkan oleh tim Prabowo.
Dalam konteks rencana program makan siang gratis senilai Rp400 triliun yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno, diketahui bahwa dana untuk program tersebut akan berasal dari dua sumber.
Yakni ekstensifikasi pajak dan pemotongan anggaran subsidi yang dianggap tidak tepat, termasuk subsidi energi.
Baca Juga: Heboh Penemuan Mayat Misterius di Pantai Cilamaya Karawang
Program makan siang gratis ini termasuk dalam salah satu dari delapan Program Hasil Terbaik Cepat yang tercantum dalam dokumen Visi, Misi, dan Program Prabowo-Gibran.
Program ini diharapkan dapat memberikan makan siang dan susu gratis kepada sejumlah kelompok, mulai dari siswa prasekolah hingga SMA, termasuk pesantren, serta memberikan bantuan gizi untuk anak balita dan ibu hamil.
Prabowo-Gibran berpendapat bahwa program ini akan membantu menangani masalah stunting yang menjadi permasalahan serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah.
Program tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap dengan target lebih dari 80 juta penerima manfaat dan cakupan 100% pada tahun 2029.***
