POJOKSATU.ID - Dalam acara HUT Pepabri di Jakarta Selasa 12 September 2023 kemarin, sejumlah purnawirawan TNI atau mantan Jenderal hadir di acara tersebut.

Tampak kedekatan antara Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, dan Ketua Majelis Tinggi Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Keduanya bertemu dalam kegiatan HUT PEPABRI. Pertemuan dua mantan Jenderal TNI yang kini memimpin partai menjadi sinyal, apakah keduanya akan berkoalisi.

Baca Juga: Mengulik 5 Sumber Kekayaan Pratama Arhan yang Karirnya Moncer Dalam Dunia Sepakbola

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani menilai pertemuan di antara Prabowo dan SBY membuka peluang bagi kedua partai untuk menjalin kerja sama.

"Saya berharap ini sinyal Demokrat dapat segera menyatakan dukungan kepada Prabowo. Harapan kami mudah-mudahan tidak bertepuk sebelah tangan," terang Ahmad Muzani usai kegiatan Diskusi yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Rabu 13 September 2023 di Hotel Pullman, Kota Bandung.

Diakuinya, bahwa partai Demokrat bisa segera mengambil keputusan untuk menetapkan calon presiden yang akan diusungnya.

Baca Juga: Dua Kebiasaan Ibu dan Anak Tewas di Cinere Depok, Kamis Keluar Rumah, Selasa Terima Galon Air Pukul 8

Sejauh ini, menurut Muzani, sejumlah kader Gerindra sudah mengadakan pertemuan dengan kader Demokrat.

Komunikasi antara tokoh kedua partai pun berlangsung baik. Apabila dipersentasekan, peluang bergabungnya Demokrat ke Gerindra sudah mencapai angka 60 persen.

"Komunikasi kita berjalan dengan baik, ada kesepahaman pandangan yang sama tentang hal ini. Di persentase, 60 persen lah," jelasnya.

Baca Juga: Cara Penentuan Peringkat Klasemen Runner Up Terbaik Kualifikasi Piala Asia U23, Jika Poin dan Selisih Gol Sama

Partai Gerindra hingga saat ini, masih menunggu keputusan resmi dari Demokrat apakah akan bergabung ataukah tidak.

Kemungkinan, Demokrat akan melakukan diskusi terlebih dahulu di internal partainya sebelum menyatakan dukungan ke Prabowo.

"Partai Demokrat perlu waktu untuk mengambil keputusan internal agar memenuhi prosedur internal," pungkasnya. ***