POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Transparansi Pemilu (Transpemilu) Jakarta Timur Muhammad Akbar, menilai upaya memproses calon legislatif (caleg) di Jakarta Timur berinisial SKS terkesan lamban dan tertutup.

Walau demikian, pihaknya masih berharap para penyelenggara pemilu bisa profesional menangani kasus dugaan money politic atau politik uang di Jakarta Timur tersebut.

"Meski begitu, kami berharap KPU Jakarta Timur dan Bawaslu Jakarta Timur bekerja profesional menyelesaikan masalah yang menjadi kewenangannya, termasuk memproses laporan dugaan money politic yang diduga melibatkan SKS," kata Muhammad Akbar kepada wartawan, Selasa (12/3/2024).

Adapun terlapor dalam persoalan ini ialah tim dari SKS.

Baca Juga: Anies-Cak Imin Unggul Telak di Sumbar dan Aceh Versi Pleno KPU Provinsi, Beda Suaranya Jauh Sekali

Walau demikian, saat diperiksa tim tersebut mengaku tak mengenal SKS. Akbar pun menilai janggal hal tersebut.

"Diduga hal itu adalah siasat dan skenario SKS agar bisa lolos dari dugaan money politic," ucapnya.

Menurut Akbar, pengakuan terlapor tak masuk akal. Sebab terlapor lah yang membagikan sejumlah uang dan kartu nama SKS.

Baca Juga: Rapat Pleno KPU Sumut Menyisakan Kota Medan, Sudah Tuntaskan 32 Kabupaten Kota

"Mana mungkin terlapor tidak mengenal caleg SKS, sementara terlapor yang bagi-bagi amplop berisi uang dan kartu nama. Apalagi, barang bukti tersebut juga sudah diamankan oleh Bawaslu," ujarnya.

Akbar menuturkan, data dan bukti yang disampaikan pelapor dalam perkara ini sangat kuat.

"Kami mendesak Bawaslu segera melimpahkan ke Gakkumdu Jakarta Timur," tandas Muhammad Akbar.***