POJOKSATU.id, JAKARTA — Sindir menyindir jelang Pilpres 2024 terjadi antara Menag Yaqut Cholil Qoumas dengan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Cak Imin bahkan sampai melontarkan kalimat ‘ah itu omongan buzzer’ menanggapi sindiran yang disampaikan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Menag Yaqut Cholil Qoumas diketahui meminta masyarakat agat tak memilih pemimpin bermulut manis dan menggunakan agama seperti di Pilgub DKI Jakarta tahun 2017.

Meski tak menyebut nama, pernyataan ini dinilai menyindir pasangan bakal Capres-Cawapres Anies Baswedan dan Cak Imin atau AMIN yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan.

Baca Juga: Gibran Diincar Prabowo, PDIP Beri Tugas Puan Maharani dan Bambang Pacul Jalin Ini

Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tak ambil pusing atas pernyataan Gus Yaqut. Dia justru mengatakan pernyataan tersebut layaknya diucapkan buzzer atau pendengung.

"Ah, itu omongan buzzer," kata Ketua Umum PKB itu usai menghadiri apel Pancasila Sakti di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (1/10).

Sementara itu Menag Yaqut Cholil Qoumas menyadari, agama dengan politik tidak dapat dipisahkan.

Namun demikian, agama tidak boleh digunakan sebagai alat politik untuk memenuhi nafsu kekuasaan.

Baca Juga: Mengulik Panji Gumilang Siapa? Ternyata Anak Tokoh Masyarakat di Kecamatan Dukun Gresik

"Jangan karena bicaranya enak, mulutnya manis, mukanya ganteng itu dipilih. Jangan asal begitu,” katanya.

“Harus dilihat dulu track record-nya bagus, syukur mukanya ganteng, syukur bicaranya manis, itu dipilih," katanya lagi.

"Kita masih ingat, ada penggunaan agama secara tidak baik dalam politik beberapa waktu yang lalu, waktu pemilihan Gubernur DKI Jakarta dan Pemilihan Presiden," kata Menag Yaqut saat menghadiri acara doa bersama Wahana Nagara Rahaja di Hotel Alila, Solo, Sabtu (30/9).

Sebelumnya, Gus Yaqut juga pernah mengeluarkan lelucon kontroversial dengan menyebut memilih capres Anies-Cak Imin adalah bid'ah.***