POJOKSATU.id, JAKARTA— Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) angkat bicara soal tudingan Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi soal anggaran belanja pakaian dinas pegawai Wantimpres.

Uchok Sky Khadafi sebelumnya menyebut anggaran belanja pakaian dinas pegawai Wantimpres dilakukan sebanyak dua gelombang. Pengadaan dilakukan di bulan dan tahun sama yakni September 2023.

Disebutkan Uchok, pegawai Wantimpres menganggarkan belanja pakaian dinas total mencapai Rp168 juta untuk 100 pegawai.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Terima Surat Permohonan Bantuan dari Polda Jabar, Terkait Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Gelombang pertama dengan anggaran Rp112.730.000 untuk pakaian dinas 100 orang. Sedangkan gelombang kedua anggaran direalisasikan Rp55.880.000.

"Untuk harga satuan gelombang pertama sekitar Rp1.127.300 untuk satu orang. Sedangkan pembelian pakaian dinas per stel pada gelombang kedua sekitar Rp558.800. Harga ini sudah sangat mahal bagi orang miskin. Sepotong pakaian harga Rp100 ribu saja sudah sangat cantik dan bagus,” kata Uchok Sky Khadafi, Kamis (16/5/2024) melalui pesan tertulis kepada wartawan.

Sementara itu, Sekretariat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) angkat bicara mengenai tuduhan Uchok Sky Khadafi ini.

Baca Juga: Terkait Kasus Seleksi PPPK Madina 2023, Ini Kata Kasi Penkum Kejatisu Yos Arnold

Sekretaris Wantimpres, Agus Widodo, merespons pernyataan Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi.

“Informasi ini tidak benar,” tegas Agus Widodo, Jumat (17/5).

Meski demikian, Agus belum bisa menyampaikan secara detail anggaran pengadaan pakaian dinas di lingkungan Kesekretariatan Wantimpres.

Sebab pihak yang memiliki kelengkapan data informasi ada pada Kepala Biro Umum Wantimpres, Bambang B Nugroho.

"Proses pengadaan yang tahu detail Pak Karo Umum. Pengadaan pakaian itu kan? Pak Karo Umum yang lebih paham. Saya perlu konfirmasi ke Karo Umum dulu, prosesnya benar apa enggak, kan mesti rinci,” ucap Agus seperti dikutip RMOL.

Karo Umum Wantimpres, Bambang B Nugroho juga belum memberikan tanggapan. Baik pesan singkat maupun sambungan telepon dari wartawan belum mendapat respons.***