POJOKSATU.id, JAKARTA— Sejarawan Indonesia Bonnie Triyana mengatakan Jokowi menghapus dan memupus harapan kita soal tujuan atau apa yang diinginkan pada masa reformasi 98.

Presiden Jokowi disebut menghapus harapan cita-cita reformasi yang telah dibangun sejak tahun 1998 silam atau sejak runtuhnya pemerintahan orde baru.

Bonnie Triyana mengatakan, Jokowi mematahkan harapan masyarakat dalam konteks kehidupan adil dan sejahtera, sesuai dengan makna yang tertuang pada Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Baca Juga: Kompak Klarifikasi Gugatan Perceraian, Anji dan Wina Natalia Akui Niat Berpisah Sejak 2023 setelah Melalui Pertengkaran dan Tangisan

Hal ini disampaikan Bonnie dalam diskusi Catatan 26 Tahun Gerakan Redormasi yang bertajuk 'Antara Kenyataan dan Harapan' di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

Selain Bonnie, dalam acara diskusi tersebut turut menghadirkan Guru Besar Ilmu Politik Unpad Prof Muradi dan Doktor Komunikasi Politik dan Stafsus Ketua Dewan BPIP Romo Antonius Benny Susatyo.

Selain itu, banyak masyarakat yang hadir dalam diskusi itu yang terdiri dari akademisi, aktivis 98, mahasiswa, dan masyarakat sipil.

Baca Juga: Inter Milan Resmi Jadi Milik Oaktree, Setelah Suning Gagal Bayar Hutang

"Saya lihat Jokowi menghapus harapan, memupuskan harapan kita, cita-cita kita untuk menegakkan tujuan dan juga yang apa kita inginkan pada masa reformasi," kata Bonnie.

Selain itu, dikatakan Bonnie, Jokowi dan keluarga jelas mempraktikkan sistem demokrasi yang bobok yakni korupsi, kolusi dan nepotisme.

"Praktik-praktik seperti kolusi, korupsi dan nepotisme yang dulu kita sumpah serapahi ternyata dengan telanjang dipraktikkan dan itu pusatnya ada di Presiden Jokowi dan keluarganya," kata dia.***