POJOKSATU.Id - Sejarah berdirinya PPDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) yang dipimpin oleh Megawati Sukarnoputri dan dikenal dengan Partai Banteng melalui perjalanan yang panjang.

PDIP yang dikenal dengan lambang partai berupa banteng, menjalani perjalanan politik yang tercermin dari sejarah kepemimpinan Megawati Sukarnoputri yang memimpin partai ini dengan penuh karisma dan ketokohan.

Sejarah berdirinya PDIP yang dipimpin oleh Megawati Sukarnoputri dan dikenal dengan Partai Banteng ini berawal dari Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Ir Sukarno pada 4 Juli 1927.

Seiring berjalannya waktu, PNI bersatu dengan beberapa partai lain dan menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 10 Januari 1973.

Baca Juga: Viral Video Megawati Menolak Jabat Tangan dengan Kaesang Pangarep, Hasto PDIP : Kita Tak Mau Drama-drama

Namun, konflik internal di PDI dan campur tangan pemerintah menyulitkan keadaan. Megawati Sukarnoputri didukung untuk menjadi ketua umum PDI, tetapi pemerintah menentangnya.

Meskipun demikian, secara tidak resmi Megawati Sukarnoputri diakui sebagai ketua umum dan pada akhirnya, di Musyawarah Nasional pada Desember 1993, secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDI.

Pertikaian di internal PDI terus berlanjut, bahkan pada Kongres di Medan tahun 1996 terjadi bentrok antara pendukung Megawati Sukarnoputri dengan aparat keamanan dan pendukung Suryadi, yang diakui oleh pemerintah sebagai Ketua Umum PDI pada waktu itu.

Peristiwa berdarah Kudatuli terjadi, yang membuat PDI di bawah kepemimpinan Suryadi hanya memperoleh sedikit kursi di DPR.

Baca Juga: Arti Nomor Urut 3 Bagi Pasangan Ganjar-Mahfud, PDIP : Simbol Persatuan dan Perjuangan

Setelah rezim Suharto berakhir pada reformasi 1998, kepemimpinan Megawati dalam PDI semakin menguat. Dia kemudian menjadi ketua umum PDI periode 1998-2003.

Pada tahun 1999, partai ini berubah namanya menjadi PDI Perjuangan untuk bisa ikut dalam pemilu. Transformasi ini diumumkan secara resmi pada Februari 1999 di Jakarta.

Seiring berjalannya waktu, PDIP terus mengalami perubahan kepemimpinan.

Megawati Sukarnoputri secara berkala dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum, terakhir pada Kongres IV di Bali pada tahun 2015, memegang posisi hingga periode 2020.***