POJOKSATU.id, JAKARTA—Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik perdana di gedung KPU RI usai ditetapkan KPU sebagai presiden terpilih hasil Pemilu 2024.
Pidato sempat menyinggung masalah korupsi dan media massa di gedung KPU di depan ketua umum parpol pendukung. Prabowo juga sempat menyebut pers kadang meresahkan pejabat di Indonesia.
Usai diberi kesempatan menyampaikan pidato di dalam rapat pleno KPU RI tentang penetapan presiden dan wapres terpilih, Prabowo juga menggelar sesi konferensi pers dengan media, Rabu (24/4).
Menurut Prabowo, media merupakan bagian penting demokrasi. Pers bisa melihat dan memantau pemimpin politik dan pemimpin pemerintahan di Indonesia. Lalu dia menyebut kadang pers ini ‘meresahkan’ pejabat.
Baca Juga: Chandrika Chika Positif Gunakan Ganja, Dua dari Lima Temannya Positif Methamphetamine
“Kadang kalian meresahkan kita juga. Meresahkan pemimpin politik. Tapi saya bisa merasakan kalian. Dengan susah payah nungguin. Saudara bagian penting demokrasi,” kata Prabowo dalam pidatonya seperti dikutip dari channel YouTube KPU RI.
“Dengan pers, dengan kamera yang banyak, dengan gadget yang banyak. Pemimpin politik dan pejabat pemerintah mudah-mudahan tidak berani berbuat yang tidak baik. Saya kira itu. Tujuan kita mulia,” katanya lagi.
Selain menyinggung masalah dunia pers, Prabowo juga menyinggung masalah korupsi.
Menurut Prabowo, korupsi sangat membahayakan bangsa dan negara. Dari semua pengalaman negara-negara dunia maju, korupsi membawa kemiskinan, korupsi membawa kehancuran dan kegagalan.
Baca Juga: Jerry Massie Sindir Sekjen PDIP Hasto, Jangan-jangan Hasto Mau Bawa Kasus Pilpres Ini ke PBB
“Kami bertekad semua untuk mulai ke depan yang terbaik. Saya akan mengajak semua kekuatan, berbuat dan bersatu untuk bangsa,” katanya.
Dia berharap, semua orang meninggalkan sakit hati dan sifat tersinggung karena hal itu menurut Prabowo tidak ada artinya.
Tidak ada sesi tanya jawab usai pidato Prabowo Subianto ini. Gibran Rakabuming Raka juga terlihat tak melakukan pidato saat konferensi pers itu.
Tampak hadir mendampingi Prabowo di sesi konfers itu antara lain Ketum Demokrat AHY, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra.
Sebelumnya, bertempat di dalam aula kantor KPU, selepas resmi ditetapkan oleh KPU RI, Prabowo juga memberikan pidato perdananya sebagai presiden.
Baca Juga: KPU Tetapkan Presiden Wapres Terpilih Prabowo-Gibran Hari Ini, Lima Menteri Ikut Hadir
"Kita bersyukur bahwa sistem kenegaraan, sistem politik yang telah kita pilih, bahkan yang dipilih oleh pendiri bangsa kita yaitu sistem demokrasi, sistem kerakyatan di mana kedaulatan ada di tangan rakyat," kata Prabowo.
"Mungkin ada di antara kita yang tidak puas dan kecewa. Mas Anies mas Muhaimin saya pernah di posisi Anda," terangnya.
"Saya tahu senyuman anda berat sekali itu. Tapi ini yang dituntut oleh rakyat kita. Kalau kontestasi adem-adem saja, kalau kontestan tidak tajam dan tidak keras namanya bukan pilihan untuk rakyat,” katanya.
“Rakyat minta pilihan, rakyat minta perbandingan dan saya minta terima kasih kepada Mas Anies dan Muhaimin juga Mas Ganjar dan Prof Mahfud," imbuhnya.
Prabowo mengatakan, kontestasi telah berlangsung dengan panjang dan panas. Dia mengakui, sebagian kalangan juga ada tidak puas dengan hasil ini.***

