POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui Presiden Jokowi di akhir-akhir masa jabatan. Momen pertemuan ini bernuansa politis.

Pertemuan SBY dengan Jokowi ini disebut juga terkait dengan kebijakan Prabowo nantinya. Dimana di koalisi Prabowo saat ini, Jokowi masih potensial mempengaruhi ke arah mana koalisi Prabowo-Gibran nantinya.

Analis politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Dedi Kurnia Syah, menuturkan pertemuan itu bukan hanya sebatas pembicaraan tentang Malaria tetapi juga arah dukungan SBY terhadap pemerintahan Prabowo - Gibran ke depan.

“Sehingga lebih mungkin pertemuan itu miliki nuansa politik, utamanya koalisi pemerintah ke depan dengan Demokrat,” kata Dedi, Minggu (22/9).

SBY menemui Jokowi, kata Dedi, lantaran presiden dua periode itu masih memiliki power di kepemimpinan Prabowo-Gibran nanti, sehingga kepentingan Demokrat bisa diakomodir Jokowi.

Baca Juga: Polisi Identifikasi 7 JENAZAH REMAJA yang Ditemukan di KALI BEKASI, Dua Identitas Mulai TERUNGKAP, Warga Kehilangan Anggota Keluarga SEGERA MELAPOR

“Mengapa Jokowi yang ditemui, tentu saja karena Jokowi punya andil besar dalam koalisi Prabowo, tentu Jokowi masih potensial mempengaruhi ke arah mana koalisi pemerintah ke depan,” tutupnya.

Diketahui tinggal sebulan lagi, Jokowi tak lagi menjabat Presiden RI.

Jokowi ditetapkan sebagai Presiden RI melalui Keputusan KPU Nomor 1185/PL.01.9-Kpt/06/KPU/VI/2019 tentang Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019.

Jokowi menjalankan pemerintahan bersama Ma’ruf Amin sejak Minggu 20 Oktober 2019 hingga 20 Oktober 2024. Tak sampai sebulan lagi Jokowi akan lengser.

Baca Juga: Diduga Pembunuhan dan Pemerkosaan Berencana ke Nia Kurnia Sari, Indra Septiarman Terancam Hukuman Mati

Sekjen Gerindra Sambut Baik

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyambut baik pertemuan Jokowi dengan SBY jelang transisi pemerintahan saat ini.

“Memang Pak Jokowi dan Pak SBY itu orang yang memberikan support luar biasa kepada Pak Prabowo,” katanya.

“Karena itu, support dan hubungan dari kedua pemimpin tersebut bagi kami menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi modal pemerintahan yang akan datang,” kata Muzani seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: Geger 7 JENAZAH REMAJA Ditemukan di KALI BEKASI, Diduga Hanyut Saat Hendak Tawuran, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Muzani menuturkan dukungan yang diberikan kedua tokoh bangsa itu menjadi modal kekuatan untuk menjalankan pemerintahan Prabowo-Gibran dengan optimistis.

“Sehingga kami merasa ada optimisme, kekuatan dan endorsement dari para pemimpin bangsa, termasuk dari Pak Jokowi dan Pak SBY,” ujarnya.

Dia menilai pertemuan SBY dan Jokowi sebagai bentuk silaturahmi dan tradisi baik di antara tokoh bangsa yang perlu terus dijaga.

“Harus terus dipertahankan di antara para pemimpin bangsa untuk saling bersilaturahmi, saling berkomunikasi, dan saling bercerita tentang pengalamannya,” kata Wakil Ketua MPR RI.

“Saya kira Pak SBY mungkin punya pengalaman transisi pemerintahan pada saat beliau melepas jabatannya dan menyerahkan kepada Pak Jokowi,” ujar dia. ***