POJOKSATU.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang pada Pilpres 2024.

Meski nama pemenang sudah ditetapkan, namun saling sindir antar politisi justru tak terelakkan.

Dari sindiran Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak sampai disitu, NasDem, PKB dan PKS yang berada di Koalisi Perubahan pun kembali membalas sindrian AHY.

Baca Juga: GMBI Siap Jadi Garda Terdepan Cegah Paham Radikalisme

1. AHY Sindir Koalisi Perubahan
Saling sindir AHY dan Koalisi Perubahan bermula dari serangan AHY yang menyebubt Demokrat bisa hancur lebur jika berada di tempat lama atau mengacu pada Koalisi Perubahan sebagai pengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

"Semua adalah jalan terbaik yang diberikan Allah SWT kepada kita semua. Banyak sekali hikmahnya," kata AHY dalam pidato buka puasa bersama Partai Demokrat di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Sabtu (23/3/2024) lalu.

AHY kemudian menyebut bisa saja nasib Partai Demokrat tidak sebaik saat ini jika masih berada di koalisi yang lama. Menurutnya, jika Partai Demokrat masih berada di koalisi lama bisa saja akan ditinggalkan.

Baca Juga: Polres Serdang Bedagai Amankan 17 Tersangka dan 3 Kg Sabu dari 13 Kasus Narkoba

AHY juga bersyukur bisa memenangkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029 meski dalam perolehan kursi di DPR mengalami hasil yang kurang baik.

2. NasDem Sindir Balik AHY
Penyataan AHY pun direspon balik oleh NasDem. Dimana NasDem dan Demokrat sempat berkoalisi mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Politikus senior Partai NasDem Bestari Barus menyebut AHY menilai urusan pemilu hanya soal menang dan kalah saja.

Baca Juga: Kasus DBD di Bandung Masih Tinggi, Kadinkes: Kami Giatkan Kembali Jumantik

"Mungkin yang di dalam pikiran AHY pemilu itu hanya sekadar urusan menang kalah saja. Maka patut lah dimaklumi jika berkomentar seperti itu," kata politikus senior NasDem Bestari Barus kepada wartawan, Sabtu (23/3/2024) lalu.

Lebih lanjut, Bestari menyinggung jabatan Menteri ATR/Kepala BPN yang dijabat AHY saat ini. Menurut Bestari, AHY sudah mendapat barter menteri dengan stempel oposisi.

"Sekurangnya kan AHY sudah dapat menteri barter stempel oposisi. Selamat menikmati saja. Semoga dia amanah dan berguna bagi bangsa," kata Bestari.

Baca Juga: 80 Persen Honorer Terdata di BKN, Diangkat Jadi PPPK Otomatis TANPA TES, Cek Syaratnya!

Juru bicara pasangan Anies-Cak Imin itu juga menyinggung soal pernyataan penting keluar dari orang penting. Menurut Bestari, pernyataan AHY itu tidak penting.

"Statement penting itu keluar dari orang penting. Dan sering sekali statement 'gak penting' keluar dari orang yang gak penting-penting amat. Statement gak penting lah itu," katanya.

3. PKB Sindir AHY
Senada dengan NasDem, Wasekjen PKB Syaiful Huda mengatakan sindiran AHY sebagai alibi karena jumlah kursi Partai Demokrat di DPR RI menurun.

Baca Juga: Golkar Sebut Nama Musa Rajekshah dan Bobby Nasution Pada Bursa Pilgub Sumut 2024

"Ya saya kira itu ada dua hal, satu itu alibinya AHY saja, sebenarnya secara kepartaian yang relatif mengalami penurunan kursi yang cukup tajam ya Demokrat. Hilang 10 kursi, artinya AHY sedang membikin alibi untuk kira-kira bahwa sebenarnya ada fakta penurunan kursi yang cukup signifikan dari Demokrat," ujar Huda kepada wartawan, Minggu (24/3/2023) lalu.

Huda mengatakan partai di Koalisi Perubahan mengalami kenaikan kursi di DPR. Sehingga, penyebutan koalisi lama hancur lebur salah alamat.

Baca Juga: Terkait Sengketa Pilpres 2024, Mahfud MD Yakin MK Punya Nyali

"Karena kalau Koalisi Perubahan hancur lebur, sebaliknya, yang terjadi di partai Koalisi Perubahan terjadi kenaikan kursi yang signifikan, PKB 10 kursi, NasDem 10 kursi, PKS 3 kursi kenaikannya. Jadi saya tidak tahu alamat hancur leburnya itu kepada siapa," kata Huda.

Selain itu, Huda menyebut AHY menyampaikan hal tersebut dalam posisi yang tidak objektif. Apalagi, katanya, Demokrat baru saja bergabung dalam pemerintahan usai 10 tahun menjadi oposisi.

"Mungkin Mas AHY lagi kaget-kaget saja gabung koalisi pemerintah, kira-kira begitu jadi tidak objektif melihat situasi politiknya, situasi dan kondisi politiknya kayak apa. Yang jelas faktanya begitu," ungkap Huda.

Baca Juga: Daftar Nama Potensial Maju Pilkada Karawang Menurut Pengamat

4. PKS Tanggapi Sindiran AHY
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini juga turut menanggapi pernyataan AHY yang menyindir koalisi lama hancur lebur. Jazuli menyinggung hak yang dimiliki setiap parpol termasuk dalam menentukan sikap koalisi.

"Pilihan koalisi itu hak partai politik sesuai dengan pertimbangan dan kenyamanan masing-masing," ujar Jazuli kepada wartawan, Minggu (24/3/2024).

Jazuli menilai wajar jika AHY senang bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju lantaran capres-cawapres yang didukung telah ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU. PKS saat ini tengah fokus terhadap gugatan di Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga: Kick-Off Satgas RAFI 2024, Direksi Pertamina Patra Niaga Kunjungi Beberapa Titik di Regional Jawa Bagian Barat

"Wajar kalau Mas AHY senang bergabung dengan KIM karena capresnya menurut keputusan KPU menang," ujar Jazuli. ***