POJOKSATU.id, JAKARTA— Kasatgas Penyidikan KPK, AKBP Rossa Purbo Bakti, dianggap sebagai penyidik KPK terbaik saat ini dan diyakini punya alasan kuat menyita 2 Hp dan buku catatan Hasto Kristiyanto.
Diketahui, Tim Penyidik KPK menyita 3 unit handphone (Hp) terdiri dari 2 Hp milik Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan 1 Hp milik Kusnadi. Selanjutnya disita buku catatan agenda Hasto serta 2 kartu ATM milik Kusnadi.
Mantan penyidik KPK, Yudi Purnomo Harahap, meyakini tim penyidik KPK memiliki alasan kuat dan petunjuk sehingga menyita Hp milik Hasto dan asistennya, Kusnadi.
"Tentu Rossa punya alasan kuat dan petunjuk sekaligus juga memang kewenangan penyidik," kata Yudi Purnomo kepada wartawan, Selasa (11/6).
Yudi merasa terkejut dengan adanya upaya melaporkan Kasatgas Penyidikan KPK, AKBP Rossa Purbo Bakti, ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK oleh pengacara asisten Hasto Kristiyanto, Kusnadi.
Menurutnya, Rossa merupakan salah satu penyidik terbaik di KPK saat ini.
Bahkan, Rossa telah memiliki pengalaman menangani perkara besar, seperti proyek KTP-el, dan terbaru menjadi pemimpin dalam kasus yang melibatkan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).
"Untuk itu semua pihak harus patuh kepada hukum dan menunggu saja hasil analisis penyidik terhadap barang bukti tersebut,” kata mantan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK ini.
Baca Juga: Perlu Asesmen Psikologis Kasus Vina Cirebon, Pakar Hukum : Wajar Saksi Ajukan Perlindungan ke LPSK
“Tapi apapun itu, Rossa paham resiko yang harus dia hadapi ketika menjadi penyidik KPK," tuturnya lagi.
Sebelumnya, Pengacara Kusnadi yang juga pengacara Hasto Kristiyanto, Rony Talapessy, telah mendatangi kantor Dewas KPK di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jalan HR Rasuna Said Kav C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin malam (10/6).
Awalnya, surat pelaporan dititipkan di security atau petugas keamanan.
Namun demikian, surat dimaksud dikembalikan oleh security dan meminta kembali pada jam operasional, yakni hari ini, Selasa (11/6).
Rony Talapessy mengatakan, tim penyidik menyita 3 unit handphone, terdiri dari 2 handphone milik Hasto dan 1 handphone milik Kusnadi. Dan juga disita buku catatan agenda Hasto, serta 2 kartu ATM milik Kusnadi.***

