POJOKSATU.id- Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menanggapi pernyataan Prabowo yang ingin membangun 300 fakultas.
Piprim menyebut pendirian Fakultas Kedokteran tidak semata-mata hanya mengejar kuantitas, namun kualitas harus difikirkan juga.
"Ya, membangun satu FK aja kan prasyaratnya banyak, jadi nggak gampang gitu loh. Jangan sampai nanti kita ingin mengejar kuantitas, tapi kualitasnya acak kadut gitu," ujar Ketua Umum IDAI, dr. Piprim.
Piprim mengatakan penambahan kuantitas mesti dibarengi dengan kualitas dan jangan terburu-buru, jika tidak malah akan menimbulkan masalah-masalah baru. Karena untuk menjadi dokter diperlukan kompetensi dan keahlian agar masyarakat mendapatkan pelayanan maksimal.
“Jadi saya kira itu harus seiring, kuantitas kualitas itu seiring jangan sampai kita mencetak dokter banyak-banyak dokter tapi kualitasnya jelek gitu karena buru-buru gitu,” ujar Piprim Basarah Yanuarso.
Perihal Prabowo akan mendatangkan professor dan dokter dari luar negeri, dalam meningkatkan kualitas kompetensi dan edukasi di kedokteran dan nakes di Indonesia, ia mengatakan hal tersebut sudah kerap dilakukan dan bukan sebuah solusi baru.
“Nah itu saya kira ide untuk mendatangkan dokter-dokter di luar, untuk mengajar di kita, itu juga sudah kita lakukan sebetulnya, sudah sering kita lakukan kalau kita bikin acara ini ya, undang dokter luar ke sini, transform knowledge lah ya, jadi saya kira ya memang mesti sistematis nggak bisa instan," katanya.
Untuk mengetahui update hasil survei 15 lembaga survei capres-cawapres Pilpres 2024 silahkan lihat di sini:
https://qc.pojoksatu.id/
Artikel ini ditulis oleh Humaira Dara Asyari dengan judul "Respon IDAI Usai Prabowo Berikan Janji Bangun 300 Fakultas Kedokteran".***
