POJOKSATU.ID - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) putar badan mendukung menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution pada Pemilihan gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) 2024.
Hingga saat ini sebanyak 7 partai politik (Parpol) mendukung Bobby Nasution sebagai bakal calon gubernur Sumut yaitu, Gerindra, Demokrat, PAN, Golkar, Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan PKS.
Padahal 2018 lalu, PKS mendukung Edy Rahmayadi sebagai calon gubernur Sumut.
Baca Juga: Dituding Cerai demi Gabung Circle Geng Artis 'The Dudas Minus One', Ini Respon Andre Taulany
Menurut Pengamat Politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Fernanda Putra Adela, mengatakan dukungan PKS terhadap Bobby Nasution bukan tanpa alasan.
"Dulu Edy Rahmayadi didukung oleh PKS bahkan koalisi gemuk, kini berubah haluan mendukung Bobby Nasution, mantan gubernur Sumut itu pun semakin terancam," ujar Fernanda.
Ditambahkannya, jika tidak ada titik temu antara PKS dan PDI-P selaku partai pengusung Edy Rahmayadi.
"Tidak adanya titik temu antara PKS dan PDI-P. Netralitasnya PKS harus berpikir pragmatis. Toh dengan mendukung Edy juga tidak dapat apa-apa dan belum tentu menang, bahkan berdasarkan elektabilitasnya juga jauh di atas Bobby, sehingga mereka berpikir mending bergabung ke koalisi har ini," tambah Fernanda.
Sebelumnya, PKS kuat diisukan mengusung Edy Rahmayadi di pilgub Sumut 2024, apalagi pernyataan Presideh PKS Ahmad Syaikhu beberapa waktu lalu di Medan.
Ketua Bidang Humas DPP PKS Ahmad Mabruri mengatakan jika pemahaman PKS dan Edy tidak tercapai.
Hal itu senada dengan keterangan Politikus PKS Tifatul Sembiring, yang menyebut komunikasi dengan Edy itu dilakukan secara intens karena PKS sempat mengusung Edy di Pilkada Sumut 2018.
"Komunikasi PKS dengan kedua cagub ini tentu terbuka. Tapi terus terang, kami sangat intensif dengan Pak Edy, sebab sudah ada pengalaman 5 tahun sebelumnya," kata Tifatul melalui cuitan di akun X resminya @tifsembiring, Rabu (7/8/2024) lalu.
Ditambahkan Tifatul, PKS juga sempat meminta Edy untuk mencari parpol pendukung lain di Sumut agar memenuhi syarat pencalonan.
"Syarat jumlah kursi untuk bisa mengajukan Calon Gubernur Sumut: 20 kursi. PKS tidak bisa mengusung sendiri, tidak cukup 10 kursi, harus berkoalisi dengan partai2 lain," kata Tifatul.
Kendati demikian, Tifatul mengatakan PDIP tak kunjung memberikan kepastian apakah akan mendukung Edy di Pilkada Sumut 2024.
Oleh karena itu, kata dia, PKS akhirnya memutuskan memberikan SK dukungan kepada Bobby-Surya untuk memperebutkan kursi Sumut 1. ***

