POJOKSATU.ID- PDIP tampak geram terkait pencopotan puluhan spanduk capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahufd MD di berbagai daerah.
Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto memastikan akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke Bawaslu RI ihwal pencopotan spanduk Ganjar-Mahfud.
"Ya, kami juga melaporkan ke Bawaslu,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/12/2023).
Hasto menyatakan, pelaporan ini penting agar Pemilu 2024 bisa berjalan sesuai prinsip langsung, umum, bersih, jujur, dan adil (Luber Jurdil).
Bawaslu selaku lembaga pengawas pemilu, kata Hasto, harus benar-benar menjalankan fungsinya dengan baik.
“Agar hal tersebut dapat diperhatikan sebagai bagian dari fungsi pengawasan pemilu yang jurdil,” tegas Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud ini.
Baca Juga: Kampanye Hari Ke-19 : Anies ke Jakarta dan Sulawesi Tengah Tanpa Cak Imin
Di sisi lain, Hasto menilai bahwa masifnya pencopotan baliho milik paslon nomor 3 ini menunjukkan ada pihak yang panik terhadap kekuatan Ganjar-Mahfud.
“Ini menunjukkan kekhawatiran dan juga adanya target menang 1 putaran yang coba dipaksakan dengan begitu banyak cara, termasuk melakukan intimidasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, lebih dari 70 alat peraga kampanye yang siapkan untuk menyambut kedatangan Cawapres Mahfud MD di Banten hilang pada Rabu kemarin (13/12/2023).
Baca Juga: Sambut Natal dan Tahun Baru 2024, Smartfren Perkuat Jaringan
Informasi yang didapat dari Tim Pemenangan Daerah Ganjar-Mahfud di Banten, 70 spanduk yang dipasang M3CB di area Cidahu, hilang.
Selain di Cidahu, puluhan spanduk yang dipasang di Universitas Falatehan juga raib. Menurut TKD Ganjar-Mahfud di Banten, spanduk-spanduk itu hilang saat dini hari pada pukul 03.00 WIB. ***
