POJOKSATU.ID- Prabowo Subianto memuji keputusan Partai Golongan Karya (Golkar) mendeklarasi Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.

Keputusan Partai Golkar mengusung Gibran Rakabuming itu merupakan sikap kebesaran jiwa Airlangga Hartarto.

Terlebih tidak berpikir golongan, ego, dan kepentingan pribadi, malah justru mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

Baca Juga: Hasil Semifinal Denmark Open 2023, Perang Saudara Fajri vs Bakri Dimenangkan Oleh

"Saya melihat Golongan Karya (Golkar) dengan Pak Airlangga sendiri berjiwa besar, demi kepentingan besar, demi kepentingan nasional, demi kepentingan rakyat," kata Prabowo di Rapimnas II Golkar Jakarta, Sabtu, (21/10/2023).

Prabowo Subianto juga bangga dengan sikap partai Golkar yang menjadikan partainya menjadi wadah untuk menempah kepemimpin politik yang luar biasa.

Ketum Gerindra ini lantas memuji tokoh-tokoh Partai Gerindra yang dinilai mempunyai jiwa-jiwa besar para kadernya memilih Gibran sebagai cawapres.

Baca Juga: Borneo FC vs Persib Tanpa Pemenang, Posisi Puncak Rawan Dikudeta Madura United

"Kalau saya lihat wajah-wajah tokoh-tokoh di sini, baik generasi saya dan yang lebih muda, saya lihat di sini adalah komitmen pada kesinambungan," tegasnya.

"Kami adalah generasi yang suatu saat tidak lama lagi kami harus meninggalkan panggung tapi kami ingin meninggalkan panggung pada saat generasi penerus siap untuk tampil. Kalau kita tidak berani mengkaderkan anak-anak muda untuk pada saatnya dibutuhkan," tutur Prabowo.

Selain itu, capres Prabowo Subianto tidak mempermasalahkan dirinya bila berpasangan dengan anak muda.

Baca Juga: Gerindra Jawa Barat Dukung Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden

Sebab dirinya meyakini umur bukan menjadi masalah, namun bagaimana jiwanya yang tulus mengabdi untuk bangsa.

"Saudara-saudara sebenarnya bukan masalah usianya muda atau tua tapi masalah jiwa, apakah jiwanya tulus ikhlas mau mengabdi kepada bangsa dan negara atau tidak kuncinya itu," kata Prabowo.

Prabowo lantas mencontohkan bahwa ayahnya sendiri Soemitro Djojohadikoesoemo bisa menjadi Menteri Keuangan di usia 31 tahun dan Panglima Besar Jenderal Sudirman bisa menjadi pemimpin perang gerilya di usia 29 tahun.

Baca Juga: Sudah Jelas Jadi Tersangka, Tiga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Tak Ditahan, Polisi : Gak Akan Kabur

Pernyataan Prabowo Subianto menjadi sinyal kuat deklarasi pasangan cawapresnya tinggal menunggu waktu.

"Orang tua saya sendiri waktu itu adalah pembantu asisten perdana menteri usia 28 tahun, orang tua saya sendiri menteri keuangan usia 31 tahun," ujarnya. ***