POJOKSATU.id, JAKARTA— Prabowo Subianto mengatakan tidak masalah jika ada pihak atau partai yang menjadi oposisi nantinya. Namun opisisi dilandasi kepentingan rakyat bukan golongan pribadi.

Menurut presiden terpilih 2024 ini, oposisi diperlukan untuk menjalankan fungsi check and balance di pemerintahan selanjutnya.

"Boleh (jadi oposisi), bagus. Oposisi menurut saya bukannya tidak bagus, oposisi menurut saya perlu untuk check and balance, jadi tidak ada masalah oposisi," kata Prabowo.

Pesan ini disampaikan Presiden RI terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto dalam wawancara ekslusif dengan tvOne bertajuk 'Prabowo Subianto Bicara untuk Indonesia'.

Baca Juga: Kompak Klarifikasi Gugatan Perceraian, Anji dan Wina Natalia Akui Niat Berpisah Sejak 2023 setelah Melalui Pertengkaran dan Tangisan

Lanjut Prabowo, tidak masalah jika ada pihak atau partai yang menjadi oposisi nantinya.

Namun, opisisi dilandasi dengan kepentingan rakyat bukan golongan pribadi.

Sebagai contoh, peran oposisi yang terjadi di sejumlah negara bertugas dalam mengawasi, mengkritisi dan mengingatkan pemerintah dalam menjalankan kebijakan.

"Kalau di beberapa negara disebut the loyal opotition, dia akan mengawasi pemerintah, dia akan mengkritisi pemerintah, dia akan ingatkan tapi tidak dalam arti destruktif atau negatif," kata Prabowo dalam acara TV swasta nasional itu dilihat redaksi, Rabu malam (22/5).

Baca Juga: Inter Milan Resmi Jadi Milik Oaktree, Setelah Suning Gagal Bayar Hutang

Itu sebabnya, Prabowo berharap para politisi bisa membedakan dan bersikap dewasa bila bertindak sebagai oposisi.

"Ini perlu kedewasaan dalam bernegara, kedewasaan dalam berpolitik, tidak berati kerja sama itu harus semua di dalam pemerintahan. Jangan kita anggap bahwa kalau banyak yang masuk pemerintahan itu tidak baik dan tidak positif. Itu kalau keadaannya susah biasanya semua unsur harus bersatu," tegas Prabowo.***