POJOKSATU.ID- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menanggapi hasil survei LPI terkait elektabilitas tertinggi Capres- Cawapres Ganjar Pranowo- Mahfud MD di kluster perburuhan.

Tingginya elektabilitas Ganjar Pranowo- Mahfud MD di kluster perburuhan dinilai sebagai bukti bahwa rekam jejak Ganjar itu telah teruji dalam merespon isu ketenagakerjaan saat menjabat Gubernur Jateng.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi menanggapi hasil survei LPI, Sabtu (2/12/2023).

Baca Juga: Polisi Tangkap Owner Apotek Medikatama di Kendari, Terkait Kasus Penganiayaan

"Program Pak Ganjar Pranowo ini bukan ngawang-ngawang dan beliau telah membuktikannya saat menjabat gubernur," kata Ahmad.

Kendati demikian, pria yang akrap disapa Awiek menuturkan, apapun hasil lembaga survei pihaknya tak mempermasalahkannya.

Bahkan pihaknya selalu menghargai kerja-kerja lembaga survei apapun hasilnya dan kerap menjadikannya sebagai bahan evaluasi.

Baca Juga: Akhirnya Dedi Mulyadi Berhasil Luluhkan Hati Gadis Cantik Yang Masih Belia Asal Tasikmalaya, Dalam Waktu Dekat Mereka Akan Bertunangan

"Apapun hasil survei dari sejumlah lembaga survei, kami apresiasi. Apakah itu hasilnya baik atau tidak, kami tempatkan sebagai motivasi kami untuk terus bergerak," ujarnya.

"Terlebih survei dari LPI, dalam hal ini pasangan Ganjar-Mahfud yang rerata unggul di atas 60 persen dari kluster perburuhan maupun isu ekonomi dan sosial lainnya," tambah Awiek.

Menurutnya, masyarakat pemilih saat ini sudah cerdas dalam memilih dan menilai setiap kontestan pilpres 2024, tak terkecuali kaum buruh.

Baca Juga: Survei Ganjar-Mahfud di Sektor Buruh Teratas, Peneliti BRIN : Program Jelas Dibanding Prabowo dan Anies

Hal itu bisa dibuktikan, ketika kala itu tingkat UMP di Jateng tidak terlalu tinggi sebagaimana Jakarta, namun semasa Pak Ganjar menjabat menjadi gubernur relasi industrial antara pekerja dengan pengusaha itu relatif harmonis.

"Jadi ketika ada tuntutan dari kaum buruh untuk kenaikan UMP, Pak Ganjar berdialog untuk mendengarkan serta memberikan solusi praktis tanpa merugikan pihak lain," ujarnyam

"Melalui jabatannya, Pak Ganjar melakukan intervensi kebijakan agar buruh tetap nyaman bekerja, terjamin, terlindungi tetapi iklim berusaha tetap kondusif," tegasnya lagi.

Baca Juga: Foto Bareng Aaliyah Massaid, Fuji : Kita Aja Akur, Masa Netizen Enggak

Sebelumnya, Hasil survei terbaru Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menunjukkan pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD unggul telak dari pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar) dan paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam isu perburuhan dan ketenagakerjaan.

Pasangan Ganjar-Mahfud dinilai responden lebih peduli isu buruh dan tenaga kerja dibandingkan 2 pasangan capres-cawapres lainnya.

"Dari survei LPI, sebanyak 68% publik menilai pasangan Ganjar-Mahfud MD yang paling peduli terhadap isu perburuhan dan ketenagakerjaan. Di urutan kedua, ada pasangan Anies-Cak Imin sebesar 12,5%, sedangkan di urutan ketiga pasangan Prabowo-Gibran dengan 10,75% sementara yang tidak menjawab sebesar 8,75%," kata Wakil Direktur LPI Ali Ramadhan.

Baca Juga: Menyedihkan Dan Memprihatinkan Pejuang Kemanusiaan Sopir Ambulans Banyak Yang Nunggak BPJS, Dedi Mulyadi Turun Tangan Masalah Sopir Ambulan Beres

Ali juga menuturkan, dalam survei ini, LPI memotret persepsi publik terhadap isu perburuhan mengingat situasi terkini ada desakan kuat dari elemen buruh terhadap kenaikan upah serta isu-isu lain yang melingkupinya.

Menurut dia, terdapat sejumlah alasan yang menyebabkan pasangan Ganjar-Mahfud unggul di isu perburuhan (ketenagakerjaan).

"Dari data survei terlihat bahwa ada pernyataan Prabowo Subianto di sebuah forum yang meminta kepada kaum buruh untuk tidak selalu menuntut kenaikan upah. Nah ini, mendapat reaksi dari hampir mayoritas kaum buruh," ujar Ali.

Baca Juga: Kampanye Perdana, Prabowo Langsung Kunjungi Pesantren di Jawa Barat, Tanda Apa?

Survei LPI ini digelar mulai 22- 27 November 2023. Survei ini dilakukan 18 provinsi terhadap 1.700 responden yang merupakan pekerja atau buruh berumur 17 tahun atau sudah kawin.

Survei menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error plus minus 2,53 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. ***