POJOKSATU.id, JAKARTA—Politisi Gerindra Bambang Haryo Soekartono atau BHS menyebut pernyataan Anies Baswedan telah melukai 3 matra TNI dengan memberinya skor 11 dari 100 poin.
Dengan nilai 11 dari 100 poin, maka Anies Baswedan menganggap prestasi Kemenhan di bawah kendali Prabowo selama 5 tahun terakhir memiliki prestasi yang jelek sekali.
Dalam debat ketiga capres yang diselenggarakan KPU, Minggu (7/1) di Istora Senayan Jakarta, Anies Baswedan memberikan skor 11 dari 100 terhadap kinerja Kementerian Pertahanan (Kemenhan).
Hal tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang saat ini maju lagi jadi capres.
“Dengan pernyataan itu, Anies tidak layak menjadi Presiden. Pernyataan itu sudah melecehkan seluruh jajaran Kemhan, tidak berdasarkan data dan tidak objektif,” kata Anggota Dewan Pakar Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, Senin malam (8/1).
Menurut BHS sapaan akrabnya, Prabowo telah membawa kemajuan saat menjadi Menteri Pertahanan.
Hal itu juga diapresiasi oleh Presiden Jokowi dan dunia internasional.
Baca Juga: Kekesalan Prabowo ke Anies Baswedan, Prabowo Pun Diberi Angka 5, Ganjar Nilai 8, Anies Dapat Berapa
Pernyataan Anies juga melukai tiga matra TNI yang berada di bawah Kemenhan.
“Kalau nilainya 11 (dari 100), mereka (3 matra TNI) termasuk yang prestasinya jelek sekali, ini sangat tidak pantas disampaikan oleh Anies,” terang BHS.
Dia mengungkapkan alasan Anies tidak pantas menjadi presiden karena tidak bisa melihat suatu prestasi kementerian.
“Kalau sebagai presiden dia tidak bisa melihat prestasi kementerian yang ada di bawahnya. Ini orang yang tidak layak menjadi presiden,” kata Caleg DPR RI Gerindra Dapil Jawa Timur I itu.
BHS mengakui bahwa pagu anggaran untuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kendati yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir dan dibandingkan dengan kementerian lainnya, namun masih belum ideal dalam membangun postur pertahanan suatu negara.
“Kita masih mengalami keterbatasan anggaran (pertahanan), walaupun itu sudah dinaikan oleh Pak Jokowi menjadi Rp135, 45 triliun (RAPBN 2024). Itu belum apa-apa,” ujar BHS dilansir RMOL.
Sambung dia, jika dibandingkan dengan Singapura yang wilayahnya hanya seluas Jabodetabek dan penduduk sekitar 5 juta jiwa, anggaran pertahanannya mencapai Rp191 triliun.
“Sedangkan Indonesia dengan 280 juta jiwa, memiliki kekayaan sumber daya alam terbesar di Asia Tenggara bahkan Asia, memiliki 17 ribu pulau dituntut untuk melindungi kekayaan itu, maka kita butuh banyak kapal dan pesawat (tempur/patroli),” jelasnya.
Dengan Kondisi demikian, Prabowo mampu menyiasati pembelian alutsista seefisien mungkin dengan perhitungan usia pakai.***

