POJOKSATU.id, SUMUT - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) wilayah Sumatera Utara (Sumut) sedang mempersiapkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumut, tengah mempersiapkan kader terbaiknya, dan sedang melakukan penjaringan secara internal.
Ketua Penjaringan Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Sumut pada Pilkada Serentak 2024, Amsal Nasution mengatakan penjaringan saat ini, masih tahap awal melakukan sosialisasi.
Baca Juga: 467 Orang Jamaah Calon Haji di Langkat Ikut Manasik, Ainul Aswad: Dekatkan Diri Pada Allah
"Kita sesuai dengan kebijakan DPW PKS Sumut, ada 8 daerah yang memungkinkan kader kita, untuk kita majukan di Pilkada serentak 2024, di 7 Kabupaten/Kota dan 1 Provinsi," kata Amsal, Rabu (17/4/2024).
Adapun ke-8 daerah yang sedang dipersiapkan tersebut adalah, Provinsi Sumut, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Batubara, Kota Padangsidempuan, dan Kabupaten Padang Lawas.
Di 8 daerah tersebut, kata Amsal, PKS memperoleh kursi yang cukup lumayan pada Pileg 2024 lalu.
"Kita melihat kursi kita lumayan dan memilik kader-kader potensial disitu, secara umum bisa ikut bertarung. Sekarang proses penjaringan dari internal partai, siapa yang layak kita majukan," jelas Amsal.
Namun Amsal mengatakan dari 8 daerah tersebut, PKS tidak bisa mengusung sendiri, melainkan harus berkoalisi dengan partai politik lainnya.
"Kita semua berkoalisi, ada kurang 1 kursi, dan kurang dua, tiga. Kita tetap berkoalisi dengan partai lainnya," tutur Amsal.
Baca Juga: Profil Stephen Curry, Raja Three Point dari Klub Warriors
Diungkapkan Amsal, jika pihaknya tengah menjaring aspirasi kader dan internal partai, siapa-siapa saja kader PKS yang layak diusung dan didukung untuk bertarung di Pilkada serentak 2024.
"Panitia sekarang disuruh menjaring aspirasi kader partai dan internal partai PKS. Siapa kira-kira mengerucut sekarang belum dapat, secara umum kita melihat tokoh-tokoh nasional, di tingkat DPR RI, kemudian pimpinan DPW, Pimpinan DPRD Sumut. Jadi, tokoh-tokoh layak kita majukan," terangnya.
Setelah itu, Amsal mengatakan akan melakukan survei untuk melihat elaktabilitas masing-masing bakal calon kepala daerah, dari hasil penjaringan.
Baca Juga: Prediksi Skor Manchester City vs Real Madrid, 18 April: Siapa Pemilik Tiket Semifinal?
"Survei internal dan eksternal untuk melihat elaktabilitas terhadap nama-nama kita majukan," sebut Amsal.
Dalam tahapan Pilkada Serentak 2024, PKS membuka pendaftaran bakal calon (bacalon) kepala daerah.
Baik dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota.
Dalam pendaftaran tersebut, bisa dilakukan secara online dan bisa mendatangi Kantor DPW PKS Sumut, di Kota Medan.
Baca Juga: Sopir Fortuner Ngaku Adik Jenderal Ditangkap Bareskrim di Cempaka Putih, Pelapornya Tak Disangka
Amsal menambahkan jika penjaringan ini dilakukan di masing-masing DPW PKS di Kabupaten/Kota di Sumut.
"Artinya kepanitiaan wilayah banyak di daerah. Kita sekarang masih tahap awal melakukan sosialisasi. Mendaftar bisa lewat online dan bisa mendatangi Kantor DPW PKS Sumut, di Kota Medan. Bisa daftar langsung, bisa didaftarkan diwakili orang lain," kata Amsal.
Dikatakan Amsal, saat ini belum ada melakukan pendaftaran meski Kick OFF Pilkada Serentak 2024, dalam penjaringan calon Kepala Daerah dan calon Kepala Daerah, sudah dibuka sejak 3 April 2024, lalu.
Penjaringan ini, terbuka untuk non kader PKS yang memiliki potensial dan elaktabilitas yang baik, untuk bertarung di Pilkada serentak 2024.
"Yang resmi mendaftar ke wilayah belum ada. Kita fokus penjaringan internal, minggu kedepan sudah adalah nama-nama internal. Menurut anggota partai, layak kita usung beberapa daerah," jelas Amsal.
Amsal mengatakan secara informal, PKS sudah menjajaki komunikasi dengan partai politik lainnya, untuk berencana berkoalisi dalam Pilkada serentak 2024.
Baca Juga: Proyek Floodway Sei Sikambing-Belawan Diprotes Warga, Bobby Nasution Percepat Pembangunan
"Masih lebaran dan masih banyak kesibukan, setelah ini partai bisa melakukan komunikasi secara formal dengan partai politik lainnya," tandas Amsal. ***

