POJOKSATU.id, JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membantah pernyataan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut di koalisi lama hancur lebur.

AHY juga menyindir partai di Koalisi Perubahan yang sudah bermanuver ke sana ke mari meski Pilpres 2024 belum selesai. Dan Demokrat, kata AHY, sudah terhindar dari hal itu.

Menjawab pernyataan Demokrat ini, Politisi PKB, Zainul Munasichin, membantah hal tersebut. Sebaliknya menurut PKB, suara atau kursi parpol DPR RI di tempat lama, justru meningkat.

Baca Juga: Manuver Paloh Ketemu Prabowo Ganggu Hubungan Nasdem dengan Anies-Cak Imin, Apalagi AMIN Menang di Aceh

Tiga parpol yang ada di koalisi lama versi Demokrat itu yakni Nasdem, PKS dan PKB, dan mengalami kenaikan kursi cukup signifikan untuk DPR RI.

"Ini perolehan kursi Partai Koalisi Perubahan, PKB dari 58 naik 10 jadi 68 kursi, Nasdem dari 59 naik 11 jadi 70 kursi, PKS dari 50 naik 3 jadi 53 kursi," jelas Zainul Munasichin lewat akun X resminya, Minggu (24/3).

Zainul menepis pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menyebut partainya bakal hancur lebur bila tetap di koalisi lama atau Koalisi Perubahan.

"Jadi yang dimaksud Agus Harimurti Yudhoyono tempat lama bikin hancur lebur itu yang mana?" sergah Zainul heran.

Baca Juga: Prabowo vs Jokowi Disebut Sudah Rebutan Pengaruh, Baru Beberapa Hari Usai Pengumuman Pilpres

Justru sebaliknya menurut Zainul, perolehan kursi Partai Demokrat di 2024 yang justru hilang atau berkurang dari 54 menjadi 45 kursi DPR RI.

Sebelumnya AHY menyindir partai-partai di Koalisi Perubahan yang sudah bermanuver ke sana ke mari, meski Pilpres belum selesai. Dia bersyukur Partai Demokrat tidak menjadi bagian koalisi itu lagi.

"Sekali lagi kita bayangkan, coba kita masih di tempat yang lama, hancur lebur. Betul? Kita tahu, belum selesai, semua sudah ke sana ke mari," kata AHY dalam acara buka bersama Partai Demokrat di Hotel Four Season, Jakarta, Sabtu (23/3).

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, keputusan partainya untuk mendukung Prabowo-Gibran adalah hal yang tepat.

Baca Juga: Prabowo Disambut Karpet Merah di Nasdem, Anies Tak Lagi Usai Kalah Pilpres, Simbol Politiknya Dibeberkan Pengamat

Berbeda jika Demokrat masih mendukung Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

"Ini semua adalah jalan terbaik yang diberikan Allah SWT kepada kita semua. Banyak sekali hikmahnya, sekali lagi kita bayangkan, coba kita masih di tempat yang lama. Hancur lebur," katanya lagi.

Dia kemudian meminta para kadernya mengambil hikmah karena akhirnya Demokrat menjadi bagian dari koalisi Prabowo-Gibran.

Meskipun hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 tak sesuai dengan keinginan para kader Demokrat.

“Kita mungkin merasa kecewa dengan perolehan kursi (parlemen) kita di dalam Pileg, tapi kita menang dalam upaya kembali ke pemerintahan nasional,” sebutnya.

Namun, ia meminta para kader Demokrat tak jumawa.***