POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU yang juga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan pernyataan terbaru soal Cak Imin yang meragukan ke-NU-annya.
Khofifah Indar Parawansa yang hadir dalam harlah ke-78 Muslimat NU di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (20/1) memberikan tanggapan soal keraguan Cak Imin tersebut.
Khofifah merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU selama empat periode atau sejak tahun 2000.
Baca Juga: Awal Lahirnya Kekuasaan Soeharto Sampai 32 Tahun Memerintah Indonesia
Khofifah juga sempat menanyakan ke-NU-annya kepada jemaah Muslimat NU yang hadir. Terkait itu, Khofifah mengaku perlu untuk mendapatkan kesaksian dari jemaah.
"Karena kebetulan itu ramai dan diramaikan gitu, maka kepada warga Muslimat perlu dong saya mendapatkan kesaksian mereka. Kira-kira ke-NU-an saya meragukan atau meragukan? Kan sederhana," jelas Khofifah seusai acara harlah ke-78 Muslimat NU.
Dia menekankan soal ke-NU-an tidak ada seseorang yang bisa memberikan penilaian.
Apalagi sampai ada bentuk takaran terhadap ke-NU-an seseorang.
"Jadi menurut saya, nggak usah kita menekan ke-NU-an seseorang," tutur Khofifah.
Baca Juga: Besok Debat Cawapres Kedua, Ini Tema yang Akan Dibahas
Belum lama ini, calon wakil presiden nomor urut 1 yakni Muhaimin Iskandar atau Cak Imin disebut-sebut telah menyinggung Khofifah Indar Parawansa.
Cak Imin, dikabarkan telah menyinggung ideologi Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa lantaran tidak berada di pihak AMIN (Anies-Muhaimin).
Menurut dugaan, pernyataan Cak Imin disebut berkaitan dengan keputusan Khofifah yang bergabung dalam tim kampanye Prabowo-Gibran.
"Orang yang punya ideologi NU pasti istikamah ke Amin (Anies-Cak Imin). Saya meragukan ke-NU-annya kalau tidak pilih Amin," kata Cak Imin di Blitar, Jawa Timur.***

