POJOKSATU.ID, SUMUT - Masa jabatan Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia sudah berakhir pada 20 Oktober 2024 lalu. Berbagai perubahan pun terjadi, terutama berkaitan dengan anak-anak dan menantunya.

Ini menjadi babak baru bagi keluarga Jokowi usai 10 tahun menjadi orang nomor satu di Indonesia. Termasuk menantunya, Bobby Nasution yang sedang bertarung pada Pilkada Sumatera Utara (Sumut) 2024.

Diketahui, Bobby Nasution menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) bersama Surya. Dan melawan petahana Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala.

Baca Juga: Tak Mau Jadi Pendukung Buta, Aliansi Relawan Prabowo Gibran Terus Kawal dan Sikapi Program Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Dr. Fakhrur Rozi, M.I.Kom mengatakan masih terlalu dini melihat pengaruh elektabilitas Bobby Nasution usai mertuanya tidak menjadi Presiden RI.

"Kita lihat dulu beberapa hari ke depan, karena politik saat ini masih bergerak dinamis. Mungkin saat ini belum berpengaruh," ujar pria yang akrab disapa Rozi ini.

Rozi menilai jika kekuatan Bobby Nasution sebagai Cagub Sumut tidak ada masalah.

Baca Juga: Pernah Jadi Markas Timnas dan Venue Internasional, Begini Nasib Stadion Wibawa Mukti Seharga Rp530 Miliar di Cikarang

"Sebenarnya tidak ada masalah terkait jabatan Jokowi yang tidak jadi presiden lagi. Jika masyarakat menilai ini akan berpengaruh pada elektabilitasnya dalam konteks Pilgub, ya wajar saja. Ditambah Bobby punya kekuatan partai pendukung," imbuhnya.

Meski begitu, Rozi menilai jika Bobby Nasution dan Surya harus membuktikan diri kepada masyarakat Sumut.

"Ini saatnya, Bobby dan Surya membuktikan bahwa partai pengusungnya itu bisa membawa mereka kepada kemenangan," kata Rozi.

Baca Juga: Prabowo Kemahkan Menteri di Lembah Tidar Magelang, Mirip Amerika Serikat dan Australia

Bobby Nasution dan Surya diusung oleh 10 partai politik, yakni Gerindra, Golkar, NasDem, Demokrat, PAN, PKB, PKS, Perindo, PPP, dan PSI.

Menurut Rozi, Bobby harus bekerja keras untuk memenangkan Pilkada karena Jokowi, mertuanya, sudah tidak menjabat presiden lagi saat Pilkada serentak digelar pada November 2024 nanti.

Dosen Komunikasi Poltik itu menambahkan jika masyarakat menunggu statement dari Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto.

Baca Juga: Debat Pertama Pilgub Digelar 30 Oktober, Berikut Tema Dan Panelis yang Disiapkan KPU Sumut

"Kita belum mendengar statement Presiden Prabowo terkait Pilkada serentak ini. Jadi kita tunggu saja." tutup Rozi.

Pilgub Sumut akan digelar saat Pilkada serentak akhir tahun ini. Menurut linimasa Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 27 November 2024. ***