POJOKSATU.ID- Capres Aneis Baswedan mengungkapkan alasan dirinya tidak terlalu dekat dengan Presiden Jokowi pasca tidak menjabat sebagai Gubernur DKI.
Anies akui dirinya tidak dekat dengan Jokowi karena saat ini posisinya sudah menjadi warga biasa, layaknya seperti warga Indonesia lainnya.
"Pak jokowi adalah presiden saya adalah warga negara biasa," kata Anies dikutip dari wawancara tempo, Kamis 14 September 2023.
Baca Juga: Hasil Hong Kong Open 2023: Duel 36 Menit, Prifad Tekuk Duo India
Anies Baswedan menyebut, saat dirinya sebagai Gubernur DKI, dia akui sering ketemu dengan Jokowi.
Namun, pertemuan keduanya itu kadang terjeda oleh kesibukan masing-masing sebagai pejabat negara.
"Ketika saya penyelenggara negara. Ya kita ketemu intensif. Saya dulu gubernur beliau adalah presiden maka saya interaksi yang cukup banyak," ujarnya.
Baca Juga: Datang Sendirian, Wulan Guritno Penuhi Panggilan Bareskrim: Mau Silaturahmi
Akan tetapi, kata dia, karena saat ini dirinya sudah menjadi warga negara biasa. Anies pun akui bahwa dirinya jarang bertemu dengan Jokowi merupakan hal yang wajar.
Mengingat posisinya saat ini sudah menjadi warga biasa.
"Pekerjaan itu selesai saya pamit undur diri. Dan saya sebagai warga negara sebagai warga yang lain. Jadi normal- normal saja," tegasnya.
Kendati demikian, Anies Baswedan kemudian mempertanyakan pilhak yang mempermasalahkan dirinya jarang bertemu dengan presiden pasca dideklarasi menjadi capres Nadem.
Baca Juga: Hasil Hong Kong Open 2023: Jorji Tembus 8 Besar, Putri KW Angkat Koper
"Malah aneh kemudian. Ada apa kemudian ketemuan terusmenerus. Di mana relevansiinya. Menurut saya bukan sesuatu yang dipertanyakan," tuturnya.
"Saya warga negara biasa beliau presiden punya urusan begitu banyak," tambahnya lagi.
Namun saat ditanya apakah Anies Baswedan percaya bahwa Presiden Jokowi tidak cawe-cawe dalam urusan Pilpres 2024 mendatang.
Capres Nasdem ini kemudian menegaskan, orang nomor satu di Indonesia itu tetap netral dalam kontestasi politik 2024.
"Rasanya iya (saya) tidak percaya cawe cawe Jokowi," tegasnya. ***

