POJOKSATU.ID- Direktur Eksekutif Voxpol Center Research dan Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menginginkan pemilihan presiden diikuti hanya dua pasangan calon, ini semakin menguatkan adanya indikasi intervensi dari penguasa.

Pernyataan Hasto itu dinilai sebagai isu yang sangat sensitif, karena seharusnya demokrasi mempromosikan partisipasi terbuka.

Baca Juga: Hasil Semifinal Hongkong Open 2023: Leo/Daniel Tunggu The Daddies di Final

"Ini adanya upaya yang sangat serius dari penguasa saat ini untuk mempengaruhi proses seleksi pasangan calon presiden dan wakil presiden," kata Pangi, Sabtu 16 September 2023.

Kecurigaan Pangi terhadap intervensi penguasa dalam perhelatan Pilpres, juga semakin menguatkan dengan data terbaru dari Voxpol Center Research and Consulting yang mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat (40,3%) percaya ada intervensi penguasa untuk mempengaruhi proses seleksi pasangan calon presiden.

Baca Juga: Hasil Semifinal Hongkong Open 2023: Leoniel Tundukkan Jagoan Taiwan, Tembus Final

"Ini mencerminkan tingkat ketidakpercayaan publik terhadap integritas proses politik," tegasnya.

Tak hanya itu, Analis Politik ini beranggapan, adanya kekhawatiran PDIP bila calon presiden diikuti lebih dari dua kandidat.

Ia juga menilai, bahwa PDIP tidak terlalu yakin menang jika calon presiden diikut lebih dari dua kandidat capres.

Baca Juga: Jungkook BTS Belum Tergoyahkan, Ini Daftar Member Boy Group Terpopuler Bulan September

"Pernyataan sekjen PDIP ini lebih mencerminkan akan adanya kekhawatiran tentang potensi kekalahan jika pasangan calon presiden lebih dari dua pasang," ujarnya.

"Sangat traumatik bagi PDIP dan berpotensi menggoyahkan dominasi mereka, itu artinya PDIP tidak siap kalau pemilu ada dua putaran," tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan jumlah pasangan calon presiden dan calon wakil presiden ideal di 2024 nanti hanya dua. Menurutnya, hal ini untuk memastikan pemilihan presiden (pilpres) selesai dalam satu putaran.

Baca Juga: Bersama Sandiaga Uno, Sekjen PPP Arwani Dukung Penuh Santri Songsong Bonus Demografi

"Indonesia memerlukan pelaksanaan Pilpres yang demokratis, cepat, kredibel, dan bagaimana memastikan hanya berlangsung satu putaran," kata Hasto di diskusi BRIN, Kamis, 25 Agustus 2023 ***