POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ade Reza Haryadi menganalisa masih sangat memungkinkan bagi PDIP untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut Pengamat Politik dari FISIP UI ini, tak ada hambatan yang berarti dalam membentuk koalisi yang diperluas dan pemerintahan yang lebih inklusif dan akomodatif oleh Prabowo-Gibran.

Dari kecenderungan pragmatisme politik parpol di Indonesia, tidak ada rentang jarak ideologis yang lebar untuk berkoalisi. Dari pengalaman Pilpres 2019, hal itu sudah terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Ogah Sebut Nama Orang yang Bikin Rumah Tangganya Hancur, Putri Anne : Kalau Kusebut, Kelar Hidup Kau

Pengamat politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI), Ade Reza Haryadi menuturkan, masih sangat memungkinkan bagi PDIP untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dia memandang pemerintahan Prabowo-Gibran masih butuh tambahan partai pendukung yang masuk parlemen.

Sehingga diyakini akan ada rayuan yang dilakukan kubu Prabowo-Gibran agar partai pemenang Pemilu 2024 itu gabung ke koalisi mereka.

"Tidak akan ada hambatan yang berarti untuk membentuk koalisi yang diperluas dan pemerintahan yang lebih inklusif dan akomodatif," ujar Reza, Jumat (29/3).

Baca Juga: Ayah Rocky Gerung Ternyata Sudah Berusia 90 Tahun, Masih Sehat dan Bugar

Lebih dari itu, Reza meyakini kemungkinan PDIP bergabung dengan pemenang Pilpres 2024 karena hal ini sudah pernah dialami Prabowo dan Partai Gerindra pada Pilpres 2019.

"Mau bergabung dalam pemerintahan yang dibentuk Prabowo Subianto. Tentu berdasarkan pengalaman pilpres sebelumnya, tidak adanya rentang jarak ideologis yang lebar, serta kecenderungan pragmatisme politik parpol di Indonesia," kata Reza.

Cawe-cawe Jokowi

Ade Reza Haryadi menilai kemenangan Prabowo masih dinarasikan sebagai hasil cawe-cawe Jokowi.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Internet di Sulawesi, XL Axiata Resmikan Jaringan Backbone Fiber Optic Gorontalo-Palu

Dia meyakini, narasi cawe-cawe Jokowi masih akan menguat hingga Prabowo-Gibran diresmikan sebagai pemenangan Pilpres 2024.

Bahkan, Reza tak memungkiri kemungkinan pendengung yang kontra dengan Prabowo-Gibran akan menyebut Jokowi ikut campur dalam penyusunan kabinet dan menentukan nama-nama menteri.

Reza menuturkan rekonsiliasi antara dua kubu yang saling berkontestasi di Pemilu 2024, pada dasarnya tergantung pada itikad baik pucuk pimpinan dari partai-partai yang berseteru.

"Dengan menggandeng PDIP akan menjadi perwujudan persatuan nasional serta menepis kesan adanya cawe-cawe Presiden Jokowi dalam menentukan arah politik pasca pilpres," ujar Reza.***