POJOKSATU.id, JAKARTA-- Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai faktor penyebab ketegangan kader PDIP dengan kader Gerindra, hingga kedua partai itu sulit bersatu dalam sebuah koalisi.
Namun di tataran elite politik dua partai ini sesungguhnya tidak ada persoalan prinsip atau idiologi.
"Kritik PDIP terhadap Jokowi dan Gibran selalu direspon kader Gerindra. Akibatnya, kader PDIP dan Gerindra terkesan berantem," kata analis politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, Minggu (31/3).
Baca Juga: Hasil Lengkap Final Spain Masters 2024: Indonesia Juara Umum, Hadiahnya Lumayan Buat Lebaran
Padahal, kata Jamiluddin, di antara elite politik dua partai politik itu sesungguhnya tidak ada persoalan prinsip.
"Bahkan hubungan Megawati dan Puan Maharani dengan Prabowo selama ini cukup baik. Bahkan di antara mereka tak pernah terlihat saling melontarkan kritik secara langsung," katanya.
Menurutnya, "ketegangan" yang terjadi sesungguhnya karena langkah Jokowi dan trahnya yang dinilai telah melukai PDIP, hingga menjadi penghalang terjadinya koalisi dengan Gerindra.
Baca Juga: Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1445H Smartfren Perkuat Jaringan dan Berikan Promo Kuota Besar
"Jadi, saling kritik antara kader PDIP dan kader Gerindra lebih didominasi beda kepentingan dalam melihat Jokowi dan Gibran. Itu yang jadi ganjalan utama bagi kedua partai untuk berkoalisi," tutupnya.
Rekonsiliasi Prabowo-Megawati
Jika pertemuan Prabowo Subianto dengan Megawati Soekarnoputri terwujud, berarti rekonsiliasi dengan Joko Widodo sudah terjadi.
Pendapat itu disampaikan analis politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Dedi Kurnia Syah, terkait rencana pertemuan Prabowo dengan Megawati yang dikabarkan bakal terjadi dalam waktu dekat.
Menurut dia, pertemuan antara Megawati dan Prabowo itu sebagai bentuk bargaining Puan terhadap Gerindra, yang menginginkan kursi pimpinan parlemen kembali diraih PDIP.
"Dengan begitu, tentu pertemuan Megawati-Prabowo sekaligus sebagai tanda terjadinya rekonsiliasi dengan Jokowi, dan itu akan menjadi prestasi bagi Puan Maharani," kata Dedi.***


