POJOKSATU.id - Pada pembukaan debat Calon Presiden (capres) yang dilaksanakan pada hari Selasa (13/12/2023), capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo memaparkan visi-misinya.
Ketika memaparkan visi-misi, Ganjar banyak membahas tentang ketidaksetaraan yang terjadi di Indonesia, serta tentang korupsi yang terjadi di Indonesia.
Ganjar menyebut bahwa dia pernah bertemu dengan seorang pendeta yang bernama Leo di Merauke. Ganjar mengatakan bahwa Pendeta Leo menolong seorang ibu yang akan melahirkan hanya bermodalkan YouTube.
Pendeta Leo harus menolong seorang ibu hamil karena di sana tidak terdapat tenaga kesehatan yang dapat membantu persalinan ibu hamil tersebut.
Baca Juga: Ganjar Mahfud Meluncurkan Program Gratisin Untuk Pelajar Indonesia
“Kami akan kerahkan seluruh Indonesia bahwa satu desa, satu puskesmas/pustu dengan satu nakes yang ada.” janji ganjar pada warga di Merauke.
Ganjar melanjutkan dengan menyebut kondisi guru di Aceh yang kurang diperhatikan. Ganjar berjanji akan memberikan insentif agar para guru bisa mengajarkan budi pekerti yang luhur dengan moderasi agama yang ada.
Ganjar kemudian menyinggung soal akses internet yang ada di NTT. Pada pelajar dan anak muda di NTT berjanji akan memberikan akses internet gratis melalui program Gratisin.
Ganjar mengakhiri sesi pembukaan dengan mengatakan bahwa semua itu dapat diatasi bila pemerintahannya bersih.
“Semua ini bisa berjalan kalau pemerintahannya bersih, bila pemerintahannya bisa akomodatif, dan kita sikat korupsi itu tidak dengan kata-kata, dengan keseriusan,” Tegas Ganjar Pranowo. ***
Artikel ini ditulis oleh Arya Pratama dengan judul Paparkan Visi-Misi: Ganjar Bahas Kesetaraan dan Memberantas Korupsi.
