POJOKSATU.id, SUMUT - Jelang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2024, partai politik tengah melakukan komunikasi untuk mengusung nama-nama yang bakal maju pada Pilkada serentak itu.

Seperti PDIP dan PKS yang disinyalir saling membuka diri untuk berkoalisi pada Pilgubsu 2024 mendatang.

Kedua partai ini memiliki perbedaan massa di akar rumput yang mencolok, meski begitu keduanya sama-sama menunjukkan sinyal terbuka untuk koalisi.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim Utama, 5 Mobil Berhamburan, Gardu 2 dan 3 Hancur

PDIP sebut energi baru
Pengurus PDIP Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengatakan jika koalisi antar partai politik bukan sesuatu yang benar-benar strategis dalam mendongkrak perolehan suara pasangan calon.

Hal tersebut dikatakannya, berkaca pada Pilpres 2024 lalu. Bahwa tidak semua parpol koalisi bisa bekerja secara solid.

“Kita melihat, koalisi antar parpol itu sama sekali tidak strategis di Pilpres 2024. Kita bukan tidak mau berkoalisi, tetapi bila berkoalisi, kita ingin membangun koalisi yang strategis dan solid,” kata Sutrisno, seperti dikutip Pojoksatu, Rabu (27/3/2024).

Baca Juga: Kuasa Hukum Sebut Hakim Akan Bebaskan Terdakwa PT SBS

Sutrisno menilai jika parpol yang paling strategis dan solid untuk diajak berkoalisi dalam memenangkan Pilgubsu 2024 adalah PKS.

Menurutnya, PDIP dan PKS merupakan partai politik yang sama-sama memiliki kekuatan dari sisi basis konstituen yang kuat, jaringan struktur partai yang solid, serta kader yang digerakkan oleh ideologi partai.

“Satu-satunya kerjasama politik antar parpol yang paling strategis dan paling solid yang bisa terjadi adalah kerjasama politik antara PDIP dan PKS. Kalau koalisi ini terbangun, akan menjadi kerjasama politik paling dahsyat. Maka saya rasa, kerjasama ini perlu sekali untuk dibangun,” ungkapnya.

Baca Juga: PP Muhammadiyah: UMC, Kampus Unggul di Jawa Barat

Meski begitu, Sutrisno mengaku jika membangun kerjasama antara PDIP dan PKS tidaklah mudah. Karena diprediksi akan ada pihak-pihak yang menghambat terjadinya kerjasama politik tersebut.

“Kelompok orde baru adalah pihak yang selalu berusaha menghempang koalisi PDIP dan PKS sebagai partai yang memiliki basis konstituen yang kuat, jaringan struktur partai yang solid, dan kader yang digerakkan oleh idiologi partai,” ujarnya.

Diterangkan Sutrisno, kerjasama politik PDIP - PKS tersebut diyakini akan menjadi energi baru buat dinamika politik nasional.

Baca Juga: Menghilangkan Stres dengan Pijat Panggilan Terpercaya di Semarang

Sosok yang diusung
Siapakah sosok yang diusung dari kedua partai ini?

Sutrisno menyebut dua nama untuk maju pada Pilgubsu 2024, yaitu Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon dan Ketua MPW PKS Sumut Salman Alfarisi.

“Rapidin Simbolon selaku Ketua DPD PDIP Sumut sekaligus caleg terpilih DPR RI 2024-2029, saya pikir sangat layak berpasangan dengan Ketua MPW PKS Sumut sekaligus caleg terpilih DPRD Sumut 2024-2029, Salman Alfarisi. Pasangan ini kita beri akronim ‘RaSa’ (Rapidin-Salman),” ungkapnya.

Baca Juga: Sosok Jayabaya Raja yang Bijaksana dan Adil dari Kerajaan Kediri, Ramalannya Valid dan Masih Jadi Objek Penelitian Studi Sejarah

Bila pasangan ’RaSa’ benar-benar terwujud, sambung Sutrisno, maka kerjasama politik PDIP dan PKS akan mendorong terciptanya tatanan politik baru, dan akan terjadi pertarungan politik parpol yang ideologis melawan parpol-parpol pragmatis dan oportunis.

Ini kata PKS
Menyikapi hal itu, Ketua DPW PKS Sumut Usman Djakfar mengatakan, partainya terbuka untuk berkoalisi dengan siapa pun, termasuk PDIP.

Apalagi, PKS dan PDIP sebelumnya pernah berkoalisi di Pilkada Riau dan Bangka Belitung.

Baca Juga: Kisah Pencarian Gua Safarwadi oleh Syekh Abdul Muhyi, Bisa Tembus ke Makkah : Tempat Walisongo Musyawarah

“Kalau di tempat lain, itu enggak ada masalah. Seperti di Riau, di Bangka Belitung, enggak ada masalah. Kita membuka komunikasi dengan semua partai. Kita buka semuanya dan nanti kita lihat penyatuan di visi misi kita,” kata Usman.

Demi kemajuan Sumut, Usman mengaku siap berkoalisi dengan partai politik mana pun asalkan memiliki kesamaan visi dan misi dalam membangun Sumatera Utara.

“Apapun kita siap, asalkan kita sepakati visi dan misinya. PKS siap bekerja dengan semua partai. Kira-kira gitu,” tandasnya.

Baca Juga: Peluang Gencatan Senjata Israel- Hamas di Jalur Gaza Terbuka Usai AS Abstain d Sidang DK PBB

Sebelumnya, Usman mengungkapkan, PKS Sumut saat ini tengah menyusun dan mempersiapkan petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis), dalam persiapan rekrutmen calon kepala daerah (Cakada) untuk Pilkada serentak 2024, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten kota.

“PKS itu bekerjanya sesuai dengan ADRT. Saat ini kita masih tahap menyusun juklak dan juknis untuk menjaring calo-calon kepala daerah,” sebutnya.

Usman mengatakan, tahapan dan persyaratan Cakada PKS harus diikuti dan dilaksanakan, baik kader maupun eksternal partai. Termasuk, PKS membuka rekrutmen Cakada bagi putra-putri terbaik di Sumut.

Baca Juga: LPEI Rugikan Negara Rp3 Triliun, Bhima Sebut Menjurus Indikasi Pemufakatan Jahat Internal dan Debitur

“Jadi nanti ada masukan dari internal kita, ada juga calon-calon eksternal. Nanti hasilnya akan dimusyawarahkan di DPW kemudian akan disampaikan ke DPP PKS untuk diputuskan,” bebernya.

Menyikapi tiga nama yang santer disebut-sebut akan maju dalam Pilgubsu 2024, yakni Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah, dan Bobby Nasution, Usman mengatakan, PKS memiliki kedekatan emosional dengan Edy Rahmayadi. Apalagi, mantan Pangkostrad itu Ketua TPD Amin Sumut pada Pilpres 2024 lalu.

“Komunikasi kita kan kemarin sama Edy di TPD Amin. Komunikasi terus berjalan dan sekarang kita ini terus berkomunikasi dengan beliau,” terang Usman.

Baca Juga: Sempat 2 Tahun Ditangguhkan, SH Tersangka Penganiayaan Kembali Dipanggil Polres Labusel

Meski memiliki kans besar akan diusung PKS di Pilgub Sumut 2024, Usman mengatakan, Edy harus menjalani seluruh proses rekrutmen yang sudah ditetapkan PKS.

“Kita kan ada mekanisme di partai. Semua yang ingin diusung PKS baik dari internal maupun eksternal, termasuk Pak Edy, harus mengikuti mekanesme yang ada,” ucap Usman.

Usman mengatakan dalam rekrutmen Cakada, PKS ingin menghasilkan sosok pemimpin dari putra-putri terbaik di Sumut untuk menjadi Gubernur Sumut periode 2024-2029.

Baca Juga: Daripada Berantem Rebutan Kasus , Kejagung dan KPK Lebih Baik Bentuk Satgas Kasus LPEI

“Jadi kita pilihlah, Insya Allah putra-putra terbaik Sumatera Utara untuk menjadi bakal calon Gubernur Sumatera Utara yang akan diusung PKS,” pungkasnya. ***