POJOKSATU.id, JAKARTA-- Posisi Menkominfo dianggap strategis jelang tahun politik atau Pilpres 2024. Posisi Menkominfo yang kini dipegang Ketua Projo Budi Arie Setiadi dianggap menentukan.

Menurut Analis Politik Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam, Senin (17/7/2023), posisi strategis Menkominfo ini untuk orkestrasi isu dan narasi pro-pemerintah sehingga bisa dioptimalkan.

Selain itu, Kemenkominfo bisa sebagai langkah mengeliminasi serangan-serangan rival politik bisa diefektifkan jelang Pemilu 2024, sehingga stabilitas tetap terjaga sesuai dengan selera kekuasaan yang ada.

Terlebih lagi, Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi punya sekelumit pengalaman di bidang teknologi informasi dan komunikasi karena pernah duduk sebagai Direktur Utama PT Mandiri Telekomunikasi Utama (1996-2001).

Penunjukan ini juga dianggap semakin mempertegas sinyal dukungan Jokowi kepada Prabowo Subianto sebagai capres 2024.

Dibeberkan Ahmad Khoirul Umam, diberinya porsi besar bagi Budi Arie Setiadi selaku Ketum Projo sebagai Menkominfo seolah menegaskan bahwa Jokowi memiliki perhatian besar kepada jaringan relawannya yang sempat aktif menjalankan Musra (Musyawarah Rakyat) selama setahun.

"Artinya, konsolidasi mesin politik relawan di sekitar Jokowi yang kini merapat ke Prabowo Subianto, justru diberikan kekuasaan besar dalam pemerintahan Jokowi," ujar Umam.

"Hal ini seolah semakin menegaskan bahwa preferensi politik Jokowi memang lebih mengarah kepada Prabowo Subianto, ketimbang rekan separtainya Ganjar Pranowo," katanya lagi.

Menurut Umam, belum lama ini Jokowi juga sempat meminta relawannya tidak banyak bergerak karena koalisi belum pasti. Namun kini situasinya sepertinya sudah pasti.

(ikror/pojoksatu)