POJOKSATU.id, SUMUT - Nama Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution memiliki kekuatan tersendiri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, di Sumatera Utara (Sumut).

Menurut pengamat politik, Rafriandi Nasution jika keduanya memiliki kekuatan yang sam di Sumut.

Yang membedakan keduanya adalah Edy Rahmayadi merupakan petahana dan berpengalaman memimpin Sumut, sementara Bobby Nasution merupakan menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Demo Ratusan Korban Investasi Bodong di Mabes Polri: Tuntut Copot Direktur Tipideksus

Rafriandi menilai jika Edy Rahmayadi memiliki komunikasi yang positif dengan PDIP dan PKS. Dimana kedua partai ini berpotensi berkoalisi pada Pilgub Sumut 2024.

"Yang pertama untuk pak Edy dulu ya. Ada satu minat dari PDIP, potensinya besar bagus itu. Kelihatan reaksi negatif terhadap pak Edy sangat minim ya. Artinya, tidak ada penolakan untuk pak Edy dari PDIP, jadi positif lah," ucap Rafriandi, Kamis (25/4/2024).

Diungkapkan Rafriandi, selama memimpin Sumut dalam 5 tahun, PDIP memberikan dukungan dalam program yang dijalankan Edy Rahmayadi, meski di tahun 2018 lalu, mantan pangkostrad itu menjadi rivalnya PDIP.

Baca Juga: Kerap Dianggap Tante dan Emak Sang Kekasih selama Berpacaran dengan Kiki Coboy Junior, Gaby Akui Kena Mental hingga Menangis Gegara Hujatan Netizen

"Selama dia memimpin Sumut ini, sejak awal tidak didukung PDIP. Tapi program-programnya didukung PDIP. Itu narasi yang dibangun kepada PDIP memberikan respect positif kepada beliau," kata Rafriandi.

Untuk dukungan PKS Rafriandi menilai jika Edy Rahmayadi juga memiliki dukungan yang positif.

Kemudian, Rafriandi juga menilai Edy Rahmayadi berpotensi mendapat dukungan dari Partai Demokrat.

Baca Juga: Waduh! Google Pecat 50 Karyawan Terkait Demo Israel dan Kebijakan Perusahaan

Dijelaskannya, bahwa antara partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono itu memiliki komunikasi baik dengan Edy Rahmayadi.

"Tapi bisa saja tidak didukung karena AHY sudah masuk dalam jajaran Pemerintah mertua Bobby Nasution," ujar Rafriandi.

Selanjutnya, partai yang berpotensi mendukung mantan Ketua PSSI itu adalah NasDem dan PKB. Rafriandi mengatakan Edy merupakan sosok Ketua TPD Amin Sumut saat Pilpres 2024, kemarin.

Baca Juga: Asesmen Nasional (AN) Bukan UN, SEKOLAH Segera Siap-siap, Kemendikbudristek Sudah Rilis Jadwal AN, Peserta Murid DIBATASI

"NasDem diberikan kesempatan sebagai Ketua TPD Amin Sumut, bisa saja lampu hijau kepada pak Edy. Yang terakhir, PKB. Karena kebetulan PKB di DPRD Sumut, partai tidak terlalu besar. Mereka mengikuti poros saja, dan mengikuti siapa menang serta memberikan keuntungan," kata Rafriandi.

Sementara untuk Bobby Nasution, Rafriandi mengungkapkan bahwa ada ambisi besar dalam menguasai partai politik untuk mengusungnya di Pilkada Sumut 2024.

"Bobby bernafsu membeli semua partai, sangat ambisius untuk mendaftar ke PDIP. Kalau semua bisa didapatkan, dia jadi calon tunggal, biar menang mutlak," jelas Rafriandi.

Baca Juga: Hakim PN Medan Vonis 1 Terdakwa Pengedar Sabu Pidana Mati dan 4 Orang Seumur Hidup

Rafriandi mengatakan seperti Koalisi pemenang di Pilpres 2024, tidak menjadi turunan harus berkoalisi bersama juga di daerah, yakni Koalisi Indonesia Maju (KIM).

"Saya melihat komunikasi di PAN, bisa dukungan dianulir kepada Bobby Nasution. Belum ada instruksi tuntas dari DPP. Jadi mereka masih diberikan kebebasan untuk bermain," kata Rafriandi.

Meski dapat sinyal dukungan dari Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Rafriandi mengatakan tidak mendapatkan simpatik dari kader hingga akar rumput di DPD Golkar Sumut dan jajarannya.

Baca Juga: Diduga Tersambar Kereta, Seorang Pria Ditemukan Meninggal di Karawang

"Dengan ada riak-riak di kubu Golkar akan membela dia. Satu sisi Ijeck tidak akan maju periode ini. Akan konsentrasi 5 tahun kedepan di DPR RI. Biar dia bernafas, dia sudah habis uang. Bobby sendiri akan dukung Golkar, PSI, dan partai lainnya," ujar Rafriandi.

Untuk Partai Gerindra, Rafriandi mengatakan belum ada keputusan yang jelas.

Saat ini muncul sosok dari kader seperti Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan, Sekretaris DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso, dan Wakil Ketua DPRD Sumut dari partai Gerindra, M Harun Mustafa Nasution.

Baca Juga: JDC Design Week: Ajang Kolaborasi Komunitas, Desainer hingga Arsitek

"Gerindra belum tentu, karena Prabowo realistis. Kalau peluang kader bagus, dan jauh lebih besar dari Bobby. Prabowo akan melihat sekeliling internalnya," tandas Rafriandi. ***