POJOKSATU.id, JAKARTA -- Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri belum memutuskan sikap politik PDIP apa berada di dalam atau luar pemerintahan di Rakernas V PDIP di Ancol Jakarta Utara.
Menurut Megawati, posisi politik PDIP ke pemerintahan yang akan datang merupakan hal yang bersifat strategis dan selama ini selalu diputuskan di dalam forum kongres.
Dan forum kongres PDIP ini seperti diketahui akan digelar pada April 2025 nanti.
Megawati Soekarnoputri saat pidato penutupan Rakernas V PDIP di Beach International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (26/5/2024), belum menentukan sikap PDIP apakah oposisi atau koalisi.
Baca Juga: Sikap Politik PDIP Terhadap Pemerintahan Dibahas di Rakernas, Ini Kata Puan Maharani
Menurut Mega, sikap politik partai apakah berada di dalam atau di luar pemerintahan, harus dihitung secara politik.
Megawati menilai banyak pihak yang menunggu sikap politik PDIP ini apakah berkoalisi atau beroposisi pada pemerintah.
"Aku sambil sarapan gitu kan, aku bilang he-he enak aja, ya dong. Gua mainin dulu dong," ujar Megawati disambut riuh kader PDIP.
"Setuju nggak?" tanya Megawati.
“Setuju,” jawab kader PDIP yang hadir di Rakernas V.
"Sip," kata Mega.
Kongres PDIP Digelar 2025
Sikap politik PDIP, apakah berada di dalam atau di luar pemerintahan, akan disampaikan pada kongres partai yang digelar April 2025 mendatang.
“Posisi politik PDIP terhadap pemerintahan yang akan datang merupakan sebuah hal yang bersifat strategis, dan selama ini selalu diputuskan di dalam forum kongres,” ungkap Megawati dalam pidato politik penutupan Rakernas V.
Dia menegaskan, partainya memiliki karakter sebagai pejuang demokrasi. Ia yakin rakyat memahami hal itu.
Baca Juga: Koalisi Cirebon Baru, Nasdem PKS Siap Berkontestasi di Pilkada Serentak
“Rakyat sebenarnya sudah memahami DNA PDIP. Kita ini pejuang demokrasi,” tuturnya.
Menurut Megawati, karakter pejuang yang dimiliki PDIP itu ditandai api perjuangan yang selalu menyala dan tak kunjung padam, meski terus mengalami tekanan dan kepungan.
“Kuncinya terletak pada kesatupaduan dengan rakyat, bonding bonding bonding. Rakyat tentu akan menanti untuk mendapatkan pencerahan. Persoalannya, apakah ke depan ini cerah atau mendung,” jelas Presiden Kelima RI itu.***

