POJOKSATU.id, JAKARTA – Menko Polhukam Mahfud MD menyebut akan mundur baik-baik dari Kabinet Jokowi-Maruf Amin untuk memberikan contoh yang baik ke publik.

Mahfud MD mengatakan dirinya sedang menunggu momentum yang tepat untuk mengundurkan diri dari Kabinet Jokowi-Maruf Amin secara baik-baik.

"Tolong dengarkan baik baik semuanya. Apa yang disampaikan Pak Ganjar ke publik itu kesepakatan saya dengan Pak Ganjar sejak awal. Bahwa saya pada saat yang tepat nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik," kata Mahfud MD dalam acara 'Tabrak Prof' di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/1/2024).

“Kenapa tidak dilakukan sekarang, karena menurut aturan tidak ada masalah,” kata Mahfud lagi.

Baca Juga: Sudah Tiga Bulan Terakhir PDIP Hanya Kerap Menyindir Jokowi Saja, Tak Berani Kritik Langsung

Acara ‘Tabrak Prof’ ini juga disiarkan di YouTube-nya, Mahfud MD Official.

Dia lalu mengungkit pidato usai Debat Pilpres 2024 sesi keempat yang melibatkan ketiga cawapres.

Saat itu, dia menyampaikan pidato yang berterima kasih kepada Presiden Jokowi.

"Pada saat penutupan debat itu saya kan membacakan sebuah pernyataan 'saya berterima kasih kepada Pak Jokowi yang telah mengangkat saya 4,5 tahun lalu sebagai Menko Polhukam'," katanya.

Baca Juga: Dinilai Rendahkan Mahfud MD di Debat Cawapres, Gus Paox : Gibran Tak Punya Adab

Mahfud MD mengatakan dirinya meyakini saat itu Jokowi punya niat baik saat menunjuknya menjadi Menko Polhukam menggantikan Wiranto.

"Dan saya percaya dia punya niat baik untuk rakyat ketika mengangkat saya sebagai Menko Polhukam, dan saya membantunya," katanya.

Namun, kali ini dia mengatakan akan melanjutkan tugas itu bersama pasangannya, Ganjar Pranowo, jika terpilih di Pilpres 2024 nanti.

Mahfud menyatakan, ia sejak awal tak mundur sebagai Menko Polhukam karena tak ada larangan yang mengharuskan hal itu.

Baca Juga: Sutradara Fajar Nugros Jatuhkan Pilihan Capres-Cawapres ke Anies Baswedan-Cak Imin, Ini Alasannya

Ia juga menegaskan tak pernah menggunakan fasilitas negara dan kewenangan sebagai Menko Polhukam untuk kampanye.

Namun, belakangan ia melihat kandidat lain yang juga duduk di pemerintahan justru menyalahgunakan fasilitas dan kewenangannya.

Oleh karena itu, ia memutuskan akan segera mundur dari kabinet untuk memberikan contoh.

"Tinggal tunggu momentum, karena masih ada tugas negara yang harus saya jaga," kata Mahfud.***