POJOKSATU.id, JAKARTA—Pengamat politik Muslim Arbi, menanggapi pertemuan antara Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh pada Jumat lalu (22/3) di Nasdem Tower.

Menurut Muslim Arbi, pertemuan Prabowo dan Surya Paloh itu telah mengganggu hubungan antara Partai Nasdem dengan koalisi AMIN (Anies-Cak Imin).

Diketahui, usai pengumuman KPU yang menyatakan Prabowo-Gibran menang satu putaran, Surya Paloh mengatakan menerima hasil Pilpres 2024 dan tak lama kemudian menerima kunjungan Prabowo Subianto di Nasdem Tower.

Muslim Arbi yang juga Direktur Gerakan Perubahan ini menanggapi pertemuan Surya Paloh dengan Prabowo, setelah Paloh memberikan ucapan selamat sebagai pemenang Pilpres 2024 kepada Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Lanny/Ribka Juara Swiss Open 2024, Gelar BWF Super 300 Pertama, Dapat Hadiah Rp258 juta

"Manuver Surya Paloh itu sangat mengganggu hubungan Nasdem dengan Koalisi Amin," kata Muslim, Minggu (24/3).

Seharusnya Paloh taat asas demokrasi, aturan, dan etika. Takutnya, masyarakat Aceh yang menjadi salah satu provinsi yang memenangkan pasangan Anies-Muhaimin, marah dan mengancam Partai Nasdem.

"Karena, sebagai putera Aceh didukung full oleh warga Aceh. Kalau dikecewakan dan dikhianati, warga Aceh marah, wajar," tutur Muslim.

Dia menduga pertemuan dengan Prabowo dilatari agenda tersendiri. Apalagi Paloh dan Nasdem tidak mendorong hak angket di DPR RI.

Baca Juga: Terkait Mau Coba-coba Operasikan Lagi PETI Kotanopan, Pengamat Hukum Ini Minta Polisi Amankan Oknum Inisial P

"Apakah Surya Paloh sudah menerima sesuatu atau telah dijanjikan sesuatu oleh Prabowo dan bahkan oleh Jokowi, sehingga cepat-cepat balik arah?" Muslim balik bertanya.

Tindakan itu dinilai melemahkan Koalisi Amin yang masih berjuang di MK dan DPR.

"Pertemuan itu bisa dianggap bahwa Surya Paloh telah bersekutu dengan kecurangan yang dituduhkan ke kubu Prabowo-Gibran bukan?" kata Muslim.

Baca Juga: Mudik Gratis TNI AL Rute Jakarta ke Semarang dan Surabaya, Tak Ada ke Sumatera dan Sulawesi

Menurut Muslim Arbi, seharusnya Surya Paloh menolak didatangi Prabowo di Nasdem Tower. Karena bisa dianggap sebagai pecundang oleh kubu Anies-Muhaimin.

"Karena pertarungan belum selesai. Masih ada dua medan lagi, MK dan DPR. Seharusnya Ketum Nasdem yang anggota Koalisi Amin, tidak nyelonong sendiri. Nanti dianggap cuma mau cari selamat sendiri," kata Muslim Arbi seperti dilansir RMOL.***