POJOKSATU.ID- Rencana Mahfud MD bakal mundur dari jabatannya sebagai Menko Polhukam dinilai akan menjadi ancaman bahaya besar bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pasalnya, hal tersebut akan menjadi pukulan telak bagi pemerintahan Presiden Jokowi.
Demikian disampaikan pengamat Politik dan Internasional Studies Universitas Paramadina, Ahmad Khoirul Umam kepada wartawan melalui keteteranganya, Rabu (24/12/2023).
Baca Juga: Mengapa Amerika Serikat Terlibat dalam Perang Vietnam? Ternyata Ini Alasannya
"Rencana Mahfud MD mundur dari jabatan Menko Polhukam merupakan pukulan telak kepada pemerintahan Jokowi yang semakin terang benderang mendukung kubu 02 Prabowo-Gibran," ujarnya.
Menurut dia, jika Mahfud meninggalkan jabatannya, maka hal itu sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap pemerintah yang seharusnya bisa menjaga marwah dengan tidak berpihak dalam politik.
"Rencana mundurnya Mahfud ini merupakan bentuk mosi tidak percaya terhadap independensi, netralitas, termasuk kredibilitas pemerintahan yang selama ini ia berada di dalamnya," ujarnya.
Baca Juga: BKD Sumut Sedang Mendata Kebutuhan SKPD untuk CPNS dan PPPK 2024
Menurut Khoirul , sikap mosi tidak percaya Mahfud itu tergambar jelas melalui narasi dan basis argumen dalam dua debat cawapres yang menunjukkan diri sebagai oposisi.
"Ia secara kritis menyerang pilihan-pilihan kebijakan dan komitmen kerakyatan pemerintahan Jokowi," ucapnya.
"Sikap kritis Mahfud itu merepresentasikan sikap PDIP yang saat ini juga semakin keras kepada Jokowi," tandasnya.
Baca Juga: Lecehkan Najwa Shihab secara Verbal saat Tampil di 'Desak Anies', Komika Felix Seda Minta Maaf
Sebelumnya, Mahfud menyampaikan soal wacana mundur dari jabatan Menko Polhukam karena saat ini menjadi peserta Pilpres 2024.
Mahfud mengatakan usulan Ganjar agar dirinya mundur dari menteri merupakan kesepakatan awal antara keduanya.
"Apa yang disampaikan Pak Ganjar ke publik sore ini adalah kesepakatan saya dengan Pak Ganjar sejak awal," kata Mahfud dalam acara 'Tabrak Prof' di Semarang, Jateng
Baca Juga: Sejarah Berdirinya Tim Mawar Hingga Kronologi Penculikan Aktivis 98
"Bahwa, saya pada saatnya yang tepat nanti pasti akan mengajukan pengunduran diri secara baik-baik. Jadi tidak ada pertentangan dengan Pak Ganjar," tambah eks hakim konstitusi itu.
Mahfud mengungkapkan alasan tidak mengumumkan mundur dari jabatan Menko Polhukam pada saat ini.
Dia mengatakan berdasarkan aturan yang berlaku, menteri hingga wali kota tidak harus mundur ketika berkontestasi dalam Pemilu 2024.
Baca Juga: Dihujat Gegara Ingin Capres Pintar Mengaji, Kartika Putri : Jangan-jangan Paslon Dukungannya Enggak Bisa Ngaji
Ia juga ingin menjadi teladan bagi pejabat lain bahwa dirinya tak pernah memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye meski merangkap jabatan.
Ganjar dan Mahfud kini didukung oleh koalisi PDIP, PPP, Perindo dan Hanura. Pasangan ini mendapatkan nomor urut 3. ***
