POJOKSATU.ID - Dugaan praktik politik uang atau money politics marak di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, H-2 Pilkada Serentak 2024.
Sepanjang Senin dini hari hingga siang, 25 November 2024, Bawaslu Luwu Timur dibantu warga yang anti-money politics menemukan sejumlah dugaan praktik politik uang.
Insiden pertama, sebuah mobil dengan nomor polisi DP 1629 GN berwarna putih digerebek warga pada Senin dini hari.
Mobil tersebut terparkir di samping rumah Kepala Desa Madani, Juemin, di Desa Madani, Kecamatan Wotu Kabupaten Luwu Timur.
Saat penggerebekan, massa Kepala Desa Madani sempat berupaya menghalangi warga yang ingin membuka paksa mobil yang dicurigai membawa uang tersebut.
"Kami meminta polisi dan Bawaslu membuka mobil tersebut karena setelah kami intip dari luar tampak sejumlah amplop. Kami curiga untuk 'serangan fajar'," kata Alpian, salah seorang warga Wotu.
Kades Madani, Juemin mengaku tidak mengetahui pemilik mobil tersebut, namun belakangan diketahui sopir mobil tersebut bersembunyi di rumah kepala desa.
Saat suasana memanas, Anggota DPRD Lutim dari Partai Golkar, Badawi Alwi datang ke lokasi dan mengaku jika itu adalah mobil miliknya. Ia pun berupaya menghalangi warga membuka mobil tersebut.
Baca Juga: Ternyata Sudah Tahu dari Lama Pernikahan Ayus dan Nisa Sabyan, Begini Tanggapan Ririe Fairus
Bawaslu Luwu Timur bersama aparat kepolisian kemudian mengamankan mobil tersebut ke Polres Luwu Timur.
Setelah dibuka, ditemukan uang puluhan juta rupiah yang sudah dikemas dalam amplop.
Total amplop berisi uang sebanyak 121 amplop, dan setiap amplop berisikan uang tunai Rp200 ribu.
Juga ada baju bertuliskan nomor 2, nomor urut Budiman - Akbar calon petahana atau incumbent di Pilkada Luwu Timur 2024.
Komisioner Bawaslu Luwu Timur, Sukmawati Suaib, saat menggelar Konferensi Pers di Polres Luwu Timur, menceritakan kronologis kejadian tersebut.
"Kami mendapat informasi bahwa di Kecamatan Wotu, Desa Madani itu ada mobil yang ditahan disana oleh warga dan kondisi disana ada keributan, dan ada informasi ada warga yang membawa kendaraan yang membawa sesuatu," kata Sukmawati, Senin dini hari, di Polres Luwu Timur.
"Karena kondisi tidak kondusif, warga sudah mulai berdatangan, sudah mulai rusuh disana akhirnya kita bawa mobil tersebut, diamankan. Lalu kita lihat apa isi kendaraan itu. Dan isinya adalah uang," sambungnya.
Sukmawati mengungkapkan, untuk tindaklanjut karena ini masih ranah Bawaslu, pihaknya akan memproses lebih dulu bagaimana latar belakang penanganan pelanggarannya.
Baca Juga: CATAT! Daftar Instansi yang Melaksanakan SKB Non CAT Bersifat Menggugurkan
"Apakah ada dugaan pelanggaran di sini, Insyaallah dalam waktu dekat akan kita sampaikan kepada media. Kita tinggu dulu, akan proses dulu. Tadi amplopnya kami hanya membuka dua contoh, isinya Rp200 ribu, dan ada 121 amplop yang terisi dan beberapa dus amplop yang belum terisi atau masih kosong," bebernya.
Ketua Tim Pemenangan Budiman-Akbar, Andi Muh. Rio Pattiwiri Hatta berdalih amplop berisi uang itu adalah untuk saksi.
Andi Rio malah mengecam aksi warga yang berupaya mengungkap praktik politik uang.
“Itu uang transportasi sebagai bentuk dukungan logistik kepada saksi kami," kata Andi Rio dalam video yang diunggah di media sosial.
Namun dalam video itu, Andi Rio tidak menjelaskan alasan timnya tidak menyebut amplop berisi uang itu untuk saksi, saat hendak digerebek warga di TKP.
Beberapa jam kemudian, amplop 'serangan fajar' yang sudah diberikan ke warga, kembali diamankan Bawaslu Luwu Timur.
Kali ini terjadi di dua desa di Kecamatan Burau, yakni Desa Lumbewe dan Desa Lambarese, Senin sore.
Informasi yang dihimpun wartawan, amplop yang ditemukan itu identik dengan yang diamankan di Desa Madani, yakni isi Rp200 ribu.
Warga bersama Panwascam Burau, yang mendapati amplop itu kemudian dibawa ke Polsek Burau.
Terkait dua kejadian terbaru itu, Anggota Bawaslu Luwu Timur, Sukmawati Suaib yang dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui secara jelas informasi tersebut.
“Belum kami tahu secara detail peristiwanya, rencana baru akan ke Panwascam malam ini untuk koordinasi terkait ini,” katanya.
Ia membenarkan kalau sudah ada laporan. “Tapi tadi ada pelapor, cuma saya belum tahu secara jelas terkait laporannya,” katanya.
Garuda Biru Menggema di Luwu Timur
Garuda Biru tanda darurat bergema di Luwu Timur. Pengguna akun sosial media WhatsApp hingga Facebook ramai-ramai memposting Garuda Biru bertuliskan Luwu Timur Darurat Money Politics.
Untuk diketahui, Minggu malam, 24 November 2024 hingga Senin dini hari, warga menggerebek sebuah mobil yang diduga membawa "serangan fajar" kandidat nomor urut 2 Budiman - Akbar.
Uang puluhan juta rupiah yang sudah dikemas dalam amplop berhasil disita Bawaslu Luwu Timur.
Baca Juga: Hari Terakhir Pilih Lokasi SKB CPNS! Jangan Sampai Ketinggalan!!
Terbaru, Senin siang tadi, 25 November 2024, seorang warga di Kecamatan Burau, juga tertangkap tangan sedang membagi-bagikan amplop berisi uang dan langsung diamankan petugas.
Untuk mengantisipasi maraknya politik uang, Tim pemenangan Irwan Bachri Syam - Puspawati Husler (Ibas - Puspa) juga menurunkan relawannya berkeliling dari desa ke desa menggunakan toa (pengeras suara), mengajak masyarakat menolak money politic.
"Kita lihat sendiri di depan mata, ada praktek-praktek kecurangan yang dilakukan paslon tertentu dengan membagi-bagikan uang," kata Saharuddin, Koordinator Door to Door Ibas - Puspa.
Ia pun meminta seluruh relawan Ibas - Puspa untuk siaga 24 jam, memperketat pengawasan mengantisipasi kecurangan-kecurangan yang ada di lapangan.
"Ini masa tenang, Pilkada Luwu Timur jangan dinodai dengan praktek-praktek curang. Mari berdemokrasi dengan fair," ujar Saharuddin.***

