POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pantas Nainggolan mengaku PDIP DKI Jakarta tidak bisa melarang pihak manapun, termasuk Kaesang Pangarep, untuk berpasangan dengan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta 2024.
Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta ini menyebut nuansa politik di Indonesia sangat berjalan dinamis dan bisa berubah waktu terakhir pendaftaran pada Agustus 2024 mendatang, termasuk Pilgub DKI Jakarta.
Di sisi lain, Pantas Nainggolan menyoroti begitu mudahnya Kaesang Pangarep menjadi pemimpin sebuah partai politik (parpol) di Indonesia.
Baca Juga: Inggris, Skuad Bertabur Bintang di Euro 2024, Drama Laga Terbakar Dendam Adu Penalti
Padahal untuk menjadi ketua umum partai, memerlukan berbagai pengalaman dan kematangan memimpin sebuah organisasi.
“Nah, pengalaman seperti itu bisa juga menjadi pedoman bagi kita. Sementara Kaesang belum punya pengalaman apa-apa, baru tiga hari langsung jadi Ketua Umum PSI,” kata Pantas kepada wartawan, Minggu (16/6).
Menurutnya, Kaesang belum punya rekam jejak yang layak untuk dinilai masyarakat. Sementara masyarakat butuh penilaian tentang orang yang akan mengusung amanat kedaulatan rakyat.
Meski demikian, Pantas mengaku PDIP DKI Jakarta tidak bisa melarang pihak manapun, termasuk Kaesang, untuk berpasangan dengan Anies Baswedan.
Baca Juga: Eks Gubernur DKI Ahok Respon Rencana PDIP Calonkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024
Apalagi nuansa politik di Indonesia sangat berjalan dinamis dan bisa berubah di waktu terakhir pendaftaran pada Agustus 2024 mendatang.
“Ini kan masih sangat dinamis, karena sampai Agustus bisa saja terjadi apa-apa,” kata anggota DPRD DKI Jakarta ini.
Pantas menambahkan, dalam sebuah koalisi parpol tentu ada mekanisme yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
PDIP tetap berkeinginan mengajukan kadernya, apalagi partai itu memperoleh kursi kedua terbesar di DPRD yakni 15 orang.
“Iya dalam komunikasi pasti ada take and give, ada komunikasi politik, termasuk juga pasangan. Itu pasti lah,” kata Pantas.
Baca Juga: Peluang PDIP Terbuka Usul Kader Sendiri Jadi Cawagub Anies, Ahok Singgung Taat Putusan DPP
Hingga kini, PDIP Jakarta menyerahkan keputusan itu kepada DPP PDIP selaku pemegang kebijakan.
Dia meyakini, DPP PDIP sudah membicarakan hal ini dengan berbagai parpol yang ada, termasuk PKB dan PKS yang sudah bertekad mendukung Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta.
"Di tingkat lokal kita sih selalu membangun komunikasi. Dengan Pak Hasbiallah (Ketua DPW PKB DKI Jakarta) juga kan sering ketemu juga. Pada waktunya nanti pusat yang akan memutuskan,” jelasnya.***

