POJOKSATU.ID- Presidium Relawan Prabowo Subianto (PRPS) bekerja sama dengan komunitas pencinta hewan Natha Satwa Nusantara (NSN) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Domestic menggelar serangkaian kegiatan berkaitan dengan kesejahteraan hewan (kesrawan) di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/1/2024).

Kegiatan ini digelar sebagai cerminan sifat Capres Prabowo Subianto yang sangat mencintai hewan dan lingkungan sekitatanya.

"Kesrawan adalah salah satu fokus dari pemerintahan Prabowo - Gibran jika terpilih menjadi Presiden," kata Pelindung PRPS Hashim S. Djojohadikusumo.

Acara ini juga diharapkan sebagai edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara terbaik merawat kesejahteraan hewan.

Baca Juga: Bye Liga 1! Dua Gol Penalti Persiraja Pupuskan Harapan PSMS Medan Naik Kasta

Apalagi pemerintah Indonesia telah memasukkan kesejahteraan hewan dalam peraturan perundang- undangan.

Dalam kegiatan ini, Hashim selaku perwakilan Prabowo-Gibran juga menerima aspirasi para aktivis hewan.

Diapun berjanji akan meneruskan apa yang menjadi harapan para aktivis perlindungan hewan kepada capres-cawapres yang diusung Koalisi Indonesia Maju itu.

"Saya sebagai wakil mereka (Prabowo- Gibran), hari ini kami menerima aspirasi dari beliau-beliau ini, dan kami akan pertimbangkan dengan baik dan matang," ujarnya.

Baca Juga: Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara di Sicanang, Ketua KPU Medan: Mantapkan Kesiapan KPPS

"Ada beberapa (poin) yang saya sendiri bisa rekomendasikan kepada pak Prabowo dan Gibran," sambungnya lagi.

Tak hanya itu, Hashim meyakini aspirasi para aktivis perlindungan hewan itu bakal ditindaklanjuti Prabowo-Gibran jika nanti keduanya terpilih menjadi presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024.

Apalagi, Prabowo Subianto merupakan sosok yang dikenal sangat menyayangi binatang.

"Saya tahu pak Prabowo dari dulu sudah berpuluh-puluh tahun adalah penyayang binatang, penyayang hewan," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, Founder & CEO JAAN Domestic Karin Franken mengatakan, selama ini pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar memiliki rasa empati serta menghargai hewan dan satwa liar.

Baca Juga: Anggaran Snack KPPS Di Sunat, Ini Penjelasan KPU Sleman

Namun dia akui gerakannya ini jelas tak bisa bergerak sendiri, perlu bantuan dan perhatian pemerintah.

"Dengan segala upaya yang telah dilakukan tentunya kami masih sangat membutuhkan bantuan pemerintah untuk mengendalikan kasus penyiksaan hewan yang terus menerus bertambah dan berkembang," tegasnya.

Sementara itu, Founder & CEO NSN Davina Veronica menyebut, bahwa sejauh ini perhatian pemerintah untuk memberi perlindungan kepada hewan masih minim.

Ironisnya sejumlah aktivis penyelamat satwa bahkan kerap dilaporkan balik oleh warga yang dinilai menelantarkan peliharaannya. 

Baca Juga: Curi Barang Elektronik di Rumah Warga, Pria ini Diamankan Polres Tanjung Balai

“Jika aktivis perlindungan hewan sudah memiliki bukti kekerasan terhadap hewan, tidak mudah juga menindaklanjutinya ke penegak hukum. Tak jarang dilempar ke sana kemari," ungkap Davina.

"Sebenarnya kita membutuhkan semacam badan untuk melindungi satwa seperti Komisi Perlindungan Satwa untuk mengawasi kasus-kasus kekerasan terhadap hewan," tandasnya.***